Pasar Tunggu Hasil Pertemuan The Fed, Logam Kuning Melemah
Tuesday, June 11, 2024       14:28 WIB

Ipotnews - Harga emas melemah, Selasa, dengan investor menunggu pembacaan inflasi Amerika dan pengumuman kebijakan Federal Reserve sebagai isyarat kapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga.
Harga emas di pasar spot turun 0,31% menjadi USD2.303,73 per ons pada pukul 14.22 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat berkurang 0,31% menjadi USD2.303,73, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Bengaluru, Selasa (11/6).
"Saya menduga the Fed tidak bisa berbuat apa-apa menyusul laporan payrolls yang kuat, karena itu sepertinya tidak memungkinkan mereka untuk memberi sinyal pemotongan suku bunga pada September yang sangat ingin didengar trader. Dan hal ini bisa membuat emas terpuruk lagi di tengah kenaikan imbal hasil dan dolar AS," kata analis City Index, Matt Simpson.
Laporan inflasi indeks harga konsumen (CPI) periode Mei, dirilis Rabu, akan menjadi data utama berikutnya seiring dengan berakhirnya pertemuan dua hari the Fed pada hari yang sama.
"Fakta bahwa kita akan melihat data inflasi hanya beberapa jam sebelum keputusan suku bunga the Fed berarti kita mungkin akan melihat kepanikan di menit-menit terakhir dan peningkatan level volatilitas jika inflasi melesat," ujar Simpson.
Proyeksi ekonomi terbaru dari pejabat the Fed pekan ini diperkirakan menunjukkan penurunan suku bunga lebih sedikit dibandingkan yang diantisipasi para perumus kebijakan tiga bulan lalu, di tengah tingginya inflasi yang tidak terduga.
Data ketenagakerjaan Amerika yang solid dan laporan bank sentral China menunda pembelian emas membuat bullion anjlok sekitar 3,5%, atau USD83, pada sesi Jumat, yang merupakan penurunan harian terbesar sejak November 2020.
China, merupakan pembeli emas terbesar, diperkirakan melanjutkan belanja bullion setelah harga jatuh dari rekor tertinggi yang dicapai pada bulan lalu.
Di antara logam lainnya, perak spot ambles 2,2% menjadi USD29,13 per ons, platinum turun 0,9% jadi USD958,55 dan paladium merosot 1% menjadi USD895,13.
"Fundamentalnya konstruktif dalam jangka menengah dan panjang karena banyaknya tantangan pasokan dan permintaan yang sehat dari sektor otomotif dan energi baru akan membuat pasar platinum secara struktural kekurangan pasokan," tulis analis ANZ. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru