Jelang FOMC The Fed September, Rupiah Melemah Tipis
Tuesday, September 19, 2023       12:33 WIB

Ipotnews - Kurs rupiah melemah tipis terhadap dolar AS siang ini. Pelemahan tersebut karena pelaku pasar sedang hati - hati menunggu hasil rapat kebijakan moneter periode September dari Federal Reserve yang berlangsung hari ini sampai Rabu besok.
Mengutip data Bloomberg, Selasa (19/9) pukul 12.00 WIB, kurs rupiah masih tetap sama diperdagangkan pada level Rp15.376 per dolar AS, posisi tersebut menunjukkan pelemahan 6 poin atau 0,04% apabila dibandingkan dengan penutupan Senin sore (18/9) yang berakhir di level Rp15.370 per dolar AS.
Laporan publikasi Global Market Wrap PT IndoPremier Sekuritas, Selasa (19/9), memang menyebutkan bahwa pelaku pasar memang sedang bersikap hati-hati. "Pelaku pasar menantikan keputusan the Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan,di pekan ini," kata laporan tersebut.
Pertemuan FOMC akan dimulai pada hari Selasa (19/9) sampai dengan Rabu (20/9. Pasar keuangan saat ini memiliki keyakinan 99% bahwa the Fed akan tetap mempertahankan suku bunga utama di kisaran 5,25%-5,50%. " FOMC juga akan merilis Ringkasan Proyeksi Ekonomi triwulanan, yang akan mencakup dot plot, atau gambaran sekilas ekspektasi anggota yang berpartisipasi mengenai jalur suku bunga di masa depan," ujar laporan tersebut.
The Fed berjanji untuk tetap tangkas sehubungan dengan data ekonomi, yang menunjukkan tanda-tanda bahwa inflasi inti masih terus menurun menuju target tahunan the Fed sebesar 2%. Hal ini memperlihatkan perekonomian Amerika Serikat tetap pada pijakan yang solid dan mengalami soft landing.
Sampai sejauh ini, bank sentral Amerika Serikat the Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,25% - 5,5% pada Juli. Dengan kenaikan tersebut, suku bunga the Fed (The Fed Fund Rate/FFR) sudah naik sebanyak 11 kali dengan total kenaikan sebesar 525 bps sejak Maret 2022. Suku bunga di level 5,25% - 5,5% saat ini adalah yang tertinggi sejak 2001 atau 22 tahun terakhir.
(Adhitya)

Sumber : admin

berita terbaru