Bursa Siang: Ekspektasi Pelonggaran The Fed Melemah, IHSG Mengekor Kelesuan Saham Asia
Wednesday, April 03, 2024       12:43 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) lanjut terbenam di zona merah saat akhir sesi I pada perdagangan hari Rabu (3/4). IHSG tergerus 0,75 persen (-55 poin) ke posisi 7.182.
Mayoritas sektor saham menyeret pelemahan IHSG . Tiga sektor dengan pelemahan terdalam yaitu Sektor keuangan 0,74 persen. Sektor properti 0,52 persen dan Indeks Non Siklikal 0,42 persen. Volume perdagangan mencapai 69,87 juta lot saham yang beralih tangan. Adapun total nilai transaksi sebesar Rp5,42 triliun.
Bursa Asia
Mayoritas saham Asia terjungkal pada Rabu (3/4) mengekor pelemahan Wall Street seiring lonjakan yield surat utang AS bertahan di level tertinggi dalam 4 bulan terakhir.
Indeks Dow Jones turun untuk hari kedua karena imbal hasil obligasi naik dan ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga di bulan Juni turun.
Dow ditutup melemah 400 poin atau 1% lebih rendah. Sedangkan S&P 500
turun 0,72%. Itu adalah hari terburuk sejak 5 Maret untuk Dow dan S&P 500. Sementara Indeks Nasdaq Composite menumpahkan 0,95%.
Sementara gempa bumi dahsyat menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan terhadap industri penting pembuatan chip. Saham raksasa chip Taiwan Semiconductor Manufacturing Co melemah 1,4% setelah perusahaan mengatakan beberapa fasilitas dikosongkan menyusul gempa.
Pasar juga mempertimbangkan risiko penurunan suku bunga yang lebih lambat menjelang data AS dan penampilan bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut pada hari ini. Indeks MSCI saham Asia di luar Jepang turun 0,7%.
Di Wall Street, data ekonomi AS yang solid baru-baru ini - termasuk ekspansi tak terduga di sektor manufaktur dan lambatnya pelonggaran di pasar tenaga kerja - telah memicu keraguan mengenai kemungkinan besarnya pelonggaran The Fed pada tahun ini dan tahun depan.
Pengambil kebijakan The Fed pada hari Selasa mengatakan mereka berpikir akan "masuk akal" untuk memangkas suku bunga AS sebanyak tiga kali tahun ini.Namun pasar hanya memperkirakan pelonggaran sebesar 69 basis poin.
Investor kini menunggu data inflasi zona euro, yang mungkin memberikan kejutan negatif setelah inflasi Jerman turun lebih dari perkiraan. Di AS, laporan gaji swasta dan survei sektor jasa merupakan data risiko utama, bersamaan dengan pidato Ketua Fed Jerome Powell mengenai prospek ekonomi.
Nikkei225 (Jepang) -0,69%
Topix (Jepang) -0,12%
Shanghai Composite (China) -0,24%
Shenzhen Component (China) -0,25%
CSI300 (China) -0,28%
Hang Seng (Hong Kong) -0,74%
Kospi (Korsel) -1,13%
Taiex (Taiwan) -0,42%
S&P/ASX200 (Australia) -1,30%
Currency
USD-JPY ke 151,59/+0,02%
USD-SGD ke 1,3513/-0,01%
AUD-USD ke 0,6521/+0,05%
USD-CNY ke 7,2346/+0,03%
USD-MYR ke 4,7495/-0,06%
USD-THB ke 36,6700/+0,10%
USD-IDR ke 15.917/+0,13%
Oil
Harga minyak melanjutkan kenaikannya pada hari Rabu (3/4) karena penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dan meningkatnya ketegangan geopolitik meningkatkan kekhawatiran investor tentang berkurangnya pasokan.
Brent naik 20 sen ke harga $89,12 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS menanjak naik 17 sen menjadi $85,32 per barel. Baik Brent maupun WTI telah naik ke level tertinggi sejak Oktober pada hari sebelumnya.
(cnbc/reuters/bloomberg)

Sumber : admin