Bursa Siang: Saham Asia Berdarah, IHSG Melemah, Investor Cemas Harga Minyak
Wednesday, August 19, 2026       12:37 WIB
  • IHSG turun 0,60% ke 6.411 pada akhir sesi I, tertekan sektor energi yang anjlok 1,35%.
  • Bursa Asia mayoritas merosot tajam akibat kekhawatiran harga minyak dan tekanan pasar obligasi global.
  • Konflik AS-Iran kembali menjadi perhatian investor, terutama ketidakpastian Selat Hormuz dan pasokan minyak.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menempel ke zona merah pada akhir perdagangan sesi I hari Rabu (19/8). IHSG melorot 0,60 persen (38 poin) ke posisi 6.411.
Volume perdagangan yang tercatat mencapai 214,3 juta lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp7,34 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Sektor energi di posisi terlemah, drop 1,35%. Saham sektor ini yang melemah , , , , .
Sedangkan sektor properti menjadi yang terkuat, naik 1,51%. Saham sektor tersebut yang menanjak yaitu , , , , , , , .
Bursa Asia
Pasar saham Asia melemah pada perdagangan hari Rabu (19/8) karena kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan penurunan tajam pasar obligasi global merusak sentimen investor.
Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak sedang melakukan pembicaraan apa pun dengan Iran dan tidak berencana untuk memulai pembicaraan baru. Meskipun Trump terus menegaskan bahwa Selat Hormuz terbuka dan bebas dari ranjau laut, kekhawatiran tentang gangguan pasokan minyak terus berlanjut.
"Upaya untuk mengakhiri perang belum berhasil, dan laporan menunjukkan bahwa Iran sekarang akan menjadi lebih agresif," kata Dan Coatsworth, kepala pasar di AJ Bell.
"Hal itu meningkatkan risiko gangguan lebih lanjut terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah," tambah Coatsworth.
Risalah rapat terbaru Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) dijadwalkan akan dirilis Rabu sore. Investor kemungkinan akan mencermati risalah tersebut dengan saksama, mengingat adanya perbedaan pendapat yang tajam di dalam bank sentral.
Pada rapat bulan Juli, terdapat tiga anggota yang berbeda pendapat dan memilih untuk menaikkan suku bunga, perbedaan pendapat yang akan dicari detailnya oleh investor.
Indeks Saham Asia
Indeks Nikkei225 (Jepang) -2,93%
Indeks Topix (Jepang) -3,04%
Shanghai Composite (China) -1,96%
Shenzhen Component (China) -3,97%
CSI 300 (China) -2,41%
Hang Seng (Hong Kong) +0,24%
Indeks Kospi (Korsel) -5,71%
Taiex (Taiwan) -1,30%
S&P/ASX200 (Australia) -0,38%
Asia Currencies
Yen up 0,16% menjadi 159,35 per USD
SGD naik 0,06% menjadi 1,2774 per USD
AUD drop 0,24% ke posisi 0,7071 per USD
Rupiah melaju 0,11% menjadi 17.842 per USD
Rupee turun 0,07% ke 95,7500 per USD
Yuan up 0,05% ke 6,7411 per USD
Ringgit drop 0,12% ke 4,0642 per USD
Baht melemah 0,15% ke 33,1420 per USD
Oil
Harga minyak naik tipis pada perdagangan hari Rabu (19/8) siang karena ketidakpastian pasokan seiring investor mempertimbangkan pesan yang saling bertentangan dari Teheran dan Washington tentang apakah Selat Hormuz terbuka untuk kapal.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik 26 sen menjadi $91,28. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka naik 37 sen menjadi $85,31 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa tidak ada pembicaraan yang berlangsung dengan Iran dan menegaskan bahwa Selat Hormuz terbuka. Bertentangan dengan pernyataan Iran bahwa jalur air penting tersebut tetap tertutup bagi pelayaran.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin
An error occurred.