Home | News & Opinion | Market Data  
News & Opinions | OTHERS

Thursday, August 29, 2013 16:02 WIB

Agustus, Saham Filipina & Indonesia Turun Tajam

Jakarta - Aksi jual di bursa saham Asia pada Agustus 2013 telah membuat bursa saham Indonesia dan Filipina anjlok sejak krisis keuangan global 2008.

Sementara itu, sentimen serangan militer Amerika Serikat di Suriah akan tertunda memberikan sentimen cukup positif ke bursa saham Asia pada Kamis pekan ini. Meski demikian, bursa saham masih khawatir dengan rencana the Federal Reserve untuk menghentikan program stimulus quantative easing secara bertahap. Demikian seperti dikutip dari Marketwatch, Kamis (29/8/2013).

Indeks saham acuan di Indonesia dan Filipina masing-masing turun 12,3% dan 11,3% pada Agustus. Penurunan itu terbesar sejak Oktober 2008. Ketika itu, Lehman Brothers runtuh. Selain itu, indeks saham Thailand turun 9,9%.

Tiga negara berkembang pesat yang dikenal dengan "TIP" economics telah mengalami lonjakan pembelian atau dana asing masuk dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu mendorong negara-negara tersebut masuk jadi top performer di Asia pada awal tahun ini. Banyak investor pun masih tetap optimistis, keuntungan pun telah jauh dan akan mundur secara alami.

Pada perdagangan saham Kamis ini, saham Filipinan naik 2,9% setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua sebesar 7,5%. Hal itu sesuai ekspektasi dan mengurangi kekhawatiran pertumbuhan ekonomi melambat.

Sementara kekhawatiran terhadap defisit transaksi berjalan yang melebar juga terjadi di India. Rupee turun hampir 12% pada tahun ini. Indeks saham India turun hanya 6% pada 2013. Sementara itu, Rupiah turun hampir 6% pada tahun 2013 dan peso Filipina turun 2,8%.

Adapun pemicu aksi jual telah meningkatkan imbal hasil aset dan ketidakpastian mata uang dolar AS. Hal itu mengingat kebijakan the Federal Reserve Amerika Serikat yang dikhawatirkan investor. Yang tersisa pasar menjadi kurang menarik dan mendorong penarikan uang tunai, hal tersebut berdampak ke pasar negara berkembang.

Selain itu, obligasi juga mendapat pukulan. Obligasi Indonesia dalam bentuk dolar AS yang dipegang fund manager asing telah turun 9,2% pada Agustus 2013. Di Filipina, obligasi dolar turun hampir 3% pada Agustus.

Pada pekan ini, bursa saham juga mendapatkan sentimen negatif dari kemungkinan Amerika Serikat akan menyerang Suriah. Hal itu mengingat ada dugaan menggunakan senjata kimia dalam menyerang rakyat sipil pada pekan lalu. Analis khawatir, hal tersebut dapat mendorong harga minyak dan membuat biaya lebih besar bagi Amerika Serikat.

Harga minyak pun meningkat karena konsentrasi di Timur Tengah. Akan tetapi, harga minyak melemah 0,8% ke US$109,27 per barel pada Kamis pekan ini. Selain itu, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,4%. Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 1,2% dan indeks saham Australia melemah 0,3%. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 0,4% dan indeks saham Shanghai turun 0,3%.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2024369/agustus-saham-filipina-indonesia-turun-tajam#.Uh8N8FJmErg

 

 

Sumber : INILAH.COM

RELATED NEWS

copyright 2011 IPOTNEWS.com [Full Site]