Yield Amerika Melesat, Logam Kuning Jatuh dari Level Tertinggi Lima Bulan
Monday, October 23, 2023       08:42 WIB

Ipotnews - Harga emas melorot, Senin, mundur dari level tertinggi lima bulan di sesi sebelumnya, karena melonjaknya imbal hasil US Treasury mengurangi permintaan aset non-yielding tersebut menjelang data inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang akan dirilis pekan ini.
Harga emas di pasar spot turun 0,71% menjadi USD1.967,29 per ons pada pukul 08.30 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,80% menjadi USD1.978,50, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  Senin (23/10).
Harga emas mencapai level tertinggi sejak pertengahan Mei pada sesi Jumat dan mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut, karena investor memilih emas yang lebih aman untuk menghadapi konflik Timur Tengah.
Aksi jual obligasi pemerintah AS membawa imbal hasil US Treasury ke level tertinggi dalam lebih dari satu setengah dekade, sehingga membatasi permintaan emas, yang tidak menghasilkan bunga.
Minggu ini, investor akan fokus pada indeks harga PCE AS - alat pengukur inflasi yang disukai Federal Reserve, angka PDB Amerika untuk kuartal ketiga, keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa, dan PMI global.
Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan di   CNBC  , Jumat, meski inflasi masih terlalu tinggi, namun inflasi akan turun di tengah semakin banyaknya bukti perlambatan ekonomi, dan ini dapat membuka pintu bagi kebijakan moneter yang lebih longgar pada akhir tahun depan.
China akan mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan permintaan domestik, sambil menangkis risiko keuangan, kata Gubernur People's Bank of China, Pan Gongsheng, dalam sebuah laporan yang diterbitkan Sabtu.
SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya melejit 1,8% pada sesi Jumat.
Spekulan emas COMEX beralih ke net long position sebanyak 41.867 kontrak dalam pekan hingga 17 Oktober, bertambah 56.655 kontrak, menurut data yang dirilis Jumat.
Dealer emas fisik di India terpaksa menawarkan diskon lebih besar, pekan lalu, karena lonjakan harga domestik memperlambat permintaan menjelang hari raya, sementara konsumen utama China melihat sedikit penurunan dalam premi.
Perak di pasar spot merosot 1,2% menjadi USD23,07 per ons, platinum turun 0,7% menjadi USD888,61 dan paladium melemah 0,1% menjadi USD1.096,58. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru