Wall Street Tenggelam Lebih Dalam, S&P 500 Catat Penutupan Terendah Dua Tahun
Wednesday, September 28, 2022       04:18 WIB

Ipotnews - Wall Street tenggelam lebih dalam ke area  bear market,  Selasa, dengan S&P 500 mencatat penutupan terendah dalam hampir dua tahun karena pembuat kebijakan Federal Reserve menunjukkan keinginan untuk lebih banyak kenaikan suku bunga, bahkan dengan risiko melemparkan ekonomi ke jurang resesi.
Indeks berbasis luas S&P 500 anjlok sekitar 24% dari rekor penutupan tertinggi pada 3 Januari, demikian laporan  Reuters,  di New York, Selasa (27/9) atau Rabu (28/9) pagi WIB.
Pekan lalu, The Fed mengisyaratkan suku bunga yang tinggi dapat bertahan hingga 2023, dan indeks tersebut menghapus kenaikan terakhirnya dari reli musim panas dan mencatat level penutupan terendah sejak November 2020.
S&P 500 merosot selama enam sesi berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak Februari 2020.
Berbicara pada Selasa, Presiden Fed St Louis, James Bullard, membuat alasan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, sementara Presiden Fed Chicago, Charles Evans, mengatakan bank sentral perlu menaikkan suku setidaknya satu poin persentase tahun ini.
"Ini mengecewakan, tetapi tidak mengejutkan," kata Robert Pavlik, Manajer Portofolio Dakota Wealth di Fairfield, Connecticut. "Orang-orang khawatir tentang Federal Reserve, arah suku bunga, kesehatan ekonomi."
Analis Wells Fargo sekarang melihat bank sentral Amerika itu akan mendorong kisaran target untuk Fed funds rate menjadi antara 4,75% dan 5,00% pada kuartal pertama 2023.
Tujuh dari 11 indeks sektor S&P 500 melorot, dengan utilitas dan kebutuhan pokok konsumen masing-masing anjlok sekitar 1,7% dan memimpin penurunan.
Indeks sektor energi menguat 1,2% setelah Swedia meluncurkan penyelidikan kemungkinan sabotase setelah kebocoran besar di dua pipa Rusia yang memuntahkan gas ke Laut Baltik.
Tesla melejit 2,5% dan Nvidia melonjak 1,5%, dengan kedua perusahaan itu membantu menjaga Nasdaq bertahan di wilayah positif.
Trader mentransaksikan saham Tesla senilai lebih dari USD17 miliar, lebih banyak dari saham lainnya.
Imbal hasil US Treasury 10-tahun menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 12 tahun di tengah komentar  hawkish  dari pejabat Fed.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,43% atau 125,82 poin menjadi 29.134,99 poin, menyerahkan kenaikan hampir 400 poin pada awal sesi. Sedangkan S&P 500 kehilangan 0,21% atau 7,75 poin menjadi 3.647,29.
Sementara, Nasdaq Composite Index menguat 0,25% atau 26,58 poin menjadi 10.829,50.
Sekarang Dow sekitar 21,2% di bawah level tertinggi sepanjang masa. Nasdaq jatuh lebih dari 33% sejak mencapai rekor pada November.
Kekhawatiran tentang keuntungan perusahaan yang terkena dampak dari melonjaknya harga dan ekonomi yang lebih lemah juga mengguncang Wall Street dalam dua minggu terakhir.
Analis telah memangkas ekspektasi pendapatan S&P 500 mereka untuk kuartal ketiga dan keempat, serta untuk setahun penuh. Untuk kuartal ketiga, analis sekarang melihat laba per saham S&P 500 naik 4,6% dari tahun ke tahun, dibandingkan dengan pertumbuhan 11,1% yang diharapkan pada awal Juli.
Analis memangkas ekspektasi laba S&P 500 untuk kuartal ketiga dan keempat, serta untuk setahun penuh. Untuk kuartal ketiga, analis sekarang melihat laba per saham S&P 500 naik 4,6% (year-over-year), dibandingkan pertumbuhan 11,1% yang diprediksi pada awal Juli.
Volume di bursa AS tercatat 11,7 miliar saham, dibandingkan rata-rata 11,3 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:57 WIB
Kinerja Keuangan CLAY 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:53 WIB
Kinerja Keuangan GPSO 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:47 WIB
Kinerja Keuangan WAPO 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:44 WIB
Kinerja Keuangan AGAR 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:40 WIB
Kinerja Keuangan HOKI 3Q 2022
Tuesday, Nov 29, 2022 - 10:15 WIB
Resmi! KRAS Kuasai 50% Saham Krakatau Posco