Wall Street Semringah di Tengah Potensi Kesepakatan Plafon Utang Amerika
Friday, May 19, 2023       04:32 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menghijau untuk hari kedua beruntun, Kamis, di tengah meningkatnya optimisme bahwa kesepakatan plafon utang Amerika dapat dicapai dalam beberapa hari, dengan raksasa ritel Walmart Inc memberikan dukungan tambahan setelah perkiraan penjualan tahunan yang optimistis.
Indeks patokan S&P 500 rebound dari penurunan awal di tengah berita bahwa Ketua DPR dari Partai Republik, Kevin McCarthy, mengatakan kesepakatan untuk menaikkan atau menangguhkan plafon utang berpotensi tercapai pada waktunya untuk dilakukan pemungutan suara di DPR minggu depan.
Rabu, Presiden Joe Biden dan McCarthy menegaskan kembali tujuan mereka untuk segera mencapai kesepakatan guna menaikkan pagu utang federal sebesar USD31,4 triliun dan setuju untuk berbicara secepatnya Minggu.
"Hari ini dan kemarin benar-benar tentang meredanya tekanan dari plafon utang, McCarthy kembali mengungkapkan optimisme bahwa kesepakatan dapat dicapai pada akhir pekan, DPR dapat memberikan suaranya minggu berikutnya," kata Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist Ameriprise Financial di Troy, Michigan.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 115,14 poin, atau 0,34%, menjadi 33.535,91, demikian laporan  Reuters,  di New York, Kamis (18/5) atau Jumat (19/5) pagi WIB.
Sementara, indeks berbasis luas S&P 500 menguat 39,28 poin, atau 0,94%, menjadi 4.198,05; dan Nasdaq Composite Index melonjak 188,27 poin, atau 1,51%, menjadi 12.688,84,
Saham Walmart melesat 1,30% menjadi USD151,47 setelah raksasa ritel itu melaporkan laba kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan dan meningkatkan prospek penjualan dan keuntungan 2023.
Plafon utang mengalihkan perhatian dari ketidakpastian tentang sikap Federal Reserve pada suku bunga.
Data ekonomi menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih dari ekspektasi, minggu lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap ketat, memberi the Fed lebih banyak bantalan untuk terus menaikkan suku bunga.
Data terbaru menunjukkan beberapa perlambatan ekonomi Amerika menyusul serangkaian kenaikan suku bunga the Fed untuk meredam laju inflasi. Tetapi, meski pasar memperkirakan penurunan suku bunga pada akhir tahun, komentar dari pejabat Fed memperlihatkan bahwa mereka belum siap untuk memangkas atau bahkan segera menghentikan kenaikan suku bunga.
Presiden Dallas Federal Reserve Bank, Lorie Logan, dan Gubernur Fed Philip Jefferson, Kamis, mengatakan ekonomi tampaknya tidak cukup cepat melemah bagi bank sentral untuk menghentikan siklus kenaikan suku bunga.
"Jika kita mendapatkan kesepakatan plafon utang pada akhir pekan dan menghapus masalah makro itu, kita masih memiliki pertemuan Fed pada Juni, sekarang mungkin  live meeting  berdasarkan apa yang dikatakan beberapa pembuat kebijakan minggu ini, jadi itu bisa menjadi perhatian, itu bisa membatasi beberapa momentum di pasar," ujar Saglimbene.
Meski ada kenaikan lain dalam imbal hasil US Treasury 10-tahun, saham growth melejit 1,03%, dipimpin lonjakan 8,65% saham Synopsys, setelah merilis laporan keuangan kuartal kedua.
Saham produsen chip Micron Technology Inc melambung 4,08% karena berencana untuk berinvestasi hingga 500 miliar yen (USD3,70 miliar) di Jepang untuk chip baru selama beberapa tahun ke depan.
Take-Two Interactive Software Inc melejit 11,69% karena mengalahkan perkiraan untuk penjualan yang disesuaikan secara triwulanan.
Volume di bursa Wall Street tercatat 10,49 miliar saham, dibandingkan rata-rata 10,62 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru