Penjualan Ritel Amerika Mengecewakan, Bursa Wall Street Terjerembab
Wednesday, May 17, 2023       04:18 WIB

Ipotnews - Indeks saham Wall Street ditutup lebih rendah, Selasa, setelah perkiraan mengecewakan dari Home Depot dan data penjualan ritel Amerika Serikat untuk periode April menunjukkan belanja konsumen yang lebih lemah, sementara ketidakpastian tentang suku bunga dan negosiasi batas utang membebani sentimen.
Saham Home Depot anjlok 2,15% sebagai salah satu hambatan terbesar pada Dow Industrials dan S&P 500 setelah emiten ritel perbaikan rumah itu memangkas perkiraan penjualan tahunannya dan memproyeksikan penurunan laba yang lebih curam dari ekspektasi. Saham rekannya, Lowe's Companies Inc, merosot 1,16%.
"Kita dapat berargumen bahwa orang-orang lelah membelanjakan uangnya untuk perbaikan rumah, mereka menginginkan pengalaman, mereka ingin keluar, mereka ingin melakukan hal-hal lain, mereka tidak ingin memperbaiki rumah menurut Home Depot, karena mereka memiliki penghasilan luar biasa," kata Ken Polcari, Managing Partner Kace Capital Advisors di Boca Raton, Florida.
Departemen Perdagangan melaporkan penjualan ritel naik 0,4% pada April, jauh dari perkiraan untuk pertumbuhan 0,8%. Tetapi penjualan ritel inti rebound, angka yang tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan, dan layanan makanan.
"Ada perasaan bahwa orang-orang mulai menjadi sedikit lebih sensitif terhadap keberhasilan the Fed dan drama plafon utang yang sedang berlangsung saat ini menyebabkan kecemasan."
Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 336,46 poin, atau 1,01%, menjadi 33.012,14, S&P 500 kehilangan 26,38 poin, atau 0,64%, menjadi 4.109,9 dan Nasdaq Composite Index turun 22,16 poin, atau 0,18%, menjadi 12.343,05.
Data terbaru menunjukkan perlambatan ekonomi Amerika menyusul serangkaian kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve untuk meredam laju inflasi. Perlambatan itu seiring dengan negosiasi baru-baru ini mengenai plafon utang Amerika telah memusatkan perhatian pada kapan bank sentral akan menghentikan kenaikan suku bunga, atau memangkas suku bunga.
Kendati saat ini pasar memperkirakan penurunan suku bunga pada akhir tahun, komentar terbaru dari pejabat the Fed menunjukkan mereka belum siap untuk segera memangkas suku bunga.
Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin, mengatakan dia "nyaman" dengan menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan, tetapi menyukai "opsionalitas" yang tersirat dalam pernyataan kebijakan terbaru.
Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester, mengatakan dia tidak berpikir bank sentral dapat mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Anggota parlemen menggelar putaran baru pembicaraan tentang menaikkan plafon utang. Departemen Keuangan memperingatkan dapat kehabisan uang segera setelah 1 Juni tanpa adanya kesepakatan, yang akan memicu default dan kemungkinan menyebabkan kemerosotan ekonomi yang tajam.
Horizon Therapeutics anjlok 14,17% karena Komisi Perdagangan Federal mengatakan akan mengajukan gugatan untuk memblokir kesepakatan Amgen Inc senilai USD27,8 miliar untuk membeli perusahaan tersebut. Saham Amgen merosot 2,42%.
Kejatuhan kedua saham tersebut membebani Nasdaq Biotech Index, yang ditutup pada level terendah tiga minggu setelah tersungkur 2,44%, persentase penurunan satu hari terbesar dalam tiga bulan.
Capital One Financial Corp melesat 2,05% sehari setelah Berkshire Hathaway Inc mengungkapkan telah mengambil sahamnya hampir USD1 miliar.
Volume di bursa Wall Street tercatat 9,36 miliar saham, dibandingkan rata-rata 10,58 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (ef)

Sumber : Admin