Obligasi Negara EM Asia Lebih Menguntungkan di Tengah Reli US Treasury
Thursday, May 30, 2024       14:46 WIB

Ipotnews - Obligasi negara berkembang Asia akan mendapatkan keuntungan lebih besar dibanding obligasi kawasan lain dari reli US Treasury. Surat utang EM Asia menikmati  spread  yang lebih menguntungkan terhadap obligasi Amerika Serikat.
Menurut analisis Bloomberg, obligasi Korea Selatan bertenor 10 tahun menawarkan sekitar 100 basis poin di bawah US Treasury bertenor yang sama, yaitu 2,1 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahun. Perhitungan untuk surat utang India, Malaysia, dan China juga menunjukkan spread yang sempit, sementara perhitungan untuk obligasi Hungaria, Kolombia, Polandia, dan Meksiko menunjukkan spread yang relatif lebih lebar.
Laman Bloomberg, Kamis (30/5), menyebutkan meskipun imbal hasil obligasi AS telah meningkat baru-baru ini, imbal hasil tersebut masih bisa turun pada bulan ini karena Federal Reserve telah menetapkan standar yang tinggi untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Sebagian besar pembuat kebijakan di Asia sedang menunggu The Fed untuk memangkas biaya pinjaman sebelum memulai jalur pelonggaran mereka. Melambatnya pertumbuhan dan inflasi di beberapa negara di kawasan ini memberikan ruang untuk bertindak lebih cepat.
Spread obligasi  emerging market  Asia relatif sempit terhadap US Treasury karena belum menghadapi "tingkat tekanan harga yang sama dengan AS," kata Eugene Leow, ahli senior strategi suku bunga di DBS Group Holdings, Singapura. "Ketika the Fed akhirnya menurunkan suku bunga, kendala eksternal pada bank-bank sentral di Asia Tenggara seharusnya tidak terlalu mengikat, sehingga penurunan suku bunga dapat dilakukan jika diperlukan," imbuhnya seperti dikutip Bloomberg.
Data yang dikumpulkan Bloomberg memperlihatkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun tujuh basis poin pada Mei ini, sementara rata-rata surat utang negara EM Asia dengan tenor yang sama turun rata-rata 11 basis poin.
Sebagai perbandingan, imbal hasil obligasi Eropa, Timur Tengah, dan Afrika ( EMEA ) bertenor 10 tahun turun hanya empat basis poin, sementara surat utang Amerika Latin mengalami sedikit kenaikan.
Penurunan imbal hasil AS, sebagai proksi dari biaya pendanaan dalam dolar, telah membuat investasi ke aset-aset pasar negara berkembang menjadi lebih menarik. Dana global mengalir masuk sebesar USD560 juta ke dalam obligasi Thailand sepanjang Mei ini, arus masuk asing pertama dalam enam bulan terakhir. Sementara itu, obligasi Indonesia mengalami arus masuk asing bersih pertama di tahun ini sebesar USD944 juta.
Imbal hasil obligasi telah meningkat pada pekan ini di tengah kekhawatiran defisit fiskal AS. Hal ini tercermin dari lemahnya permintaan pada penjualan obligasi AS bertenor tujuh tahun pada Rabu kemarin, serta data kepercayaan konsumen AS yang lebih kuat.
Meskipun begitu, tanda-tanda perubahan haluan yang lebih  dovish  dari the Fed pada rapat FOMC pertengahan Juni nanti, akan memungkinkan para pembuat kebijakan regional untuk mulai melonggarkan suku bunga. Inflasi bulan April di Malaysia, Indonesia, Filipina, Korea Selatan, dan Taiwan semuanya berada di bawah estimasi para ekonom, menandakan bahwa disinflasi semakin meluas di kawasan ini dan mengurangi tekanan pada imbal hasil lokal. (Bloomberg)


Sumber : admin

berita terbaru