Emas Jatuh Dua Sesi Beruntun, Tersengat Penguatan Dolar dan Yield Amerika
Thursday, May 30, 2024       14:08 WIB

Ipotnews - Harga emas tergelincir untuk sesi kedua berturut-turut, Kamis, karena dolar dan imbal hasil US Treasury menguat, sementara investor menunggu data utama inflasi Amerika pekan ini.
Harga emas di pasar spot turun 0,25% menjadi USD2.332,24 per ons pada pukul 13.53 WIB, setelah merosot 1% pada sesi Rabu, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Bengaluru, Kamis (30/5).
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,58% menjadi USD2.350,50 per ons.
Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat 0,5%, membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara, imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun bertahan di dekat level tertinggi multi-minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya.
"Saya pikir ini adalah kasus di mana investor menyadari bahwa lingkungan suku bunga tinggi saat ini kemungkinan akan bertahan lebih lama," kata Tim Waterer, Kepala Analis KCM Trade.
"Dan dengan kembalinya fokus untuk mengejar imbal hasil AS dan dolar, beberapa perhatian dialihkan dari emas pada minggu ini."
Logam kuning anjlok lebih dari USD100 sejak mencapai rekor tertinggi USD2.449,89 pada 20 Mei, karena pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve dan risalah pertemuan terakhirnya menunjukkan jalur yang panjang menuju target inflasi 2%.
Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, namun suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost untuk memegang bullion yang tidak memberikan imbal hasil.
Kini, trader memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 47% pada September dibandingkan 60% sebelum risalah the Fed dirilis, menurut FedWatch Tool CME Group.
Investor menantikan data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti Amerika--ukuran inflasi pilihan the Fed--dirilis Jumat, untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral.
"Saya memperkirakan emas mungkin akan bertahan di level USD2.300 selama sesi hari ini mengingat level support tersebut, namun kenaikan angka PCE inti dapat menyebabkan emas kesulitan untuk mempertahankan level itu," ujar Waterer.
Grup pertambangan global BHP Group membatalkan rencana senilai USD49 miliar untuk mengambil alih saingannya Anglo American.
Perak di pasar spot anjlok 1,8% menjadi USD31,38 per ons, platinum turun 0,8% menjadi USD1.025,24 dan paladium ambles 2,5% menjadi USD941,13. (ef

Sumber : Admin

berita terbaru