Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, Peluang Laju IHSG masih Dibayangi Risiko Koreksi
Tuesday, June 11, 2024       08:31 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (11/6), dibuka mixed, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham uWall Street yang melemah di bursa saham utama Eropa.
Pasar menunggu keputusan rapat kebijakan Federal Reserve, yang didahului rilis indeks harga konsumen AS periode Mei, Rabu besok. Trader kini memperkirakan hanya satu kalui pemangkasan suku bunga pada November nanti, menurut CME FedWatch Tool.
Bursa saham Australia, Hongkong, China dan Taiwan dibuka kembali hari ini, setelah libur kemarin.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,1%. Indeks berlanjut merosot 1,17% (-91,8 poin) ke level 7.768,2.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,4%, dan Kosdaq meningkat 0,6%. Kospi berlanjut menguat 0,28% menjadi 2.708,78.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meningkat 0,55% (215,83 poin) ke posisi 39.253,99, setelah dibuka naik 0,42% dan Topix bertambah 0,34%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan bergerak variatif, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menguat 0,34% menjadi 6.921. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange meningkat 0,61% ke USD19,88.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan penguatan didukung peningkatan nilai dan volume transaksi harian, namun masih dibayangi kemungkinan koreksi.
Tim Riset IndoPremier berpendapat, penguatan indeks di bursa Wall Street berpotensi menjadi katalis positif untuk laju pergerakan IHSG . Di sisi lain sentimen menguatnya saham grup Barito setelah aksi beli saham oleh pengendali diprediksi akan menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks.
IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang support 6.880 dan resistance 6.970
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat. Investor tetap berhati-hati menjelang rilis laporan indeks harga konsumen (IHK) AS periode Mei, dan hasil rapat kebijakan The Fed pekan ini. The Fed akan merilis proyeksi ekonomi dan kebijakan terbaru, yang diprediksi mempertahankan suku bunga tetap stabil. Trader mengurangi ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga pada September menjadi 50%.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi.Saham Nvidia meningkat 0,7%, setelah  stock split  10:1. Apple anjlok 1,9%. Southwest Airlines melesat 7%. Saham Diamond Offshore Drilling melejit 10,9%, setelah perusahaan jasa ladang minyak Noble mengatakan akan membeli sahamnya. Noble melesat 6,1%.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,18% (69,05 poin) di 38.868,04.
  • S&P 500 menguat 0,26% (13,8 poin) menjadi 5.360,79.
  • Nasdaq Composite bertambah 0,35% (59,40 poin) ke 17.192,53.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menurun tajam. Indeks saham Prancis terpukul setelah Presiden Emmanuel Macron mengumumkan pemilu dadakan, menyusul kekalahan telak para sekutunya dalam pemilihan parlemen Uni Eropa. Keputusan Macron dapat menyerahkan kekuasaan politik utama kepada partai National Rally (RN) sebagai penanggung jawab agenda domestik, termasuk kebijakan ekonomi. Harga surat utang Prancis juga turun, imbal hasil obligasi 10 tahun melonjak ke level tertinggi enam bulan.
Indeks STOXX 600 melemah 0,27% menjadi 522,16. Saham perbankan zona euro anjlok 1,6%, sedangkan minyak dan gas meningkat 0,9%. Saham perbankan Prancis berguguran; BNP Paribas, Societe Generale, dan Credit Agricole ambles antara 3,6% dan 7,5%. Saham operator jalan tol Prancis, Eiffage dan Vinci, rontok lebih dari 5%. Grup bandara, Aeroports de Paris, dan perusahaan energi Engie terperosok 4,1% dan 3,2%. Asuransi Inggris Aviva anjlok 1,7% setelah JPMorgan men- downgrade  ratingnya.
  • CAC 40 Prancis anjlok 1,35% (-107,82 poin) ke level 7.893,98.
  • DAX 40 Jerman turun 0,34% (-62,38 poin) menjadi 18.494,89.
  • FTSE 100 Inggris berkurang 0,20% (-16,89 poin) ke 8.228,48.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Euro terjungkal setelah peningkatan suara yang diraih kubu sayap kanan dalam pemilihan Parlemen Eropa, Minggu lalu, yang mendorong Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mempercepat pemilu nasional. Analis mengatakan peningkatan dukungan untuk partai sayap kanan "secara umum sesuai dengan prediksi, seruan pemilu dadakan Macron membuat pasar lebih gelisah.
Ketidakpastian meningkat menjelang rilis data IHK Mei AS dan rapat kebijakan The Fed, pekan ini. Pejabat the Fed telah mengatakan mereka ingin melihat inflasi turun dalam beberapa bulan, mendekati target tahunan 2% sebelum memangkas suku bunga. Ekonom memperkirakan IHK utama akan mereda menjadi 0,1%, dari 0,3% di April, dan IHK inti tetap stabil di 0,3%. Bank of Japan juga akan menggelar rapat jelang akhir pekan ini yang diprediksi mempertahankan suku bunga jangka pendek dalam kisaran 0-0,1%.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0763

-0.0002

-0.02%

7:22 PM

Yen (USD-JPY)

157.06

0.0200

+0.01%

7:22 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2727

-0.0004

-0.03%

7:22 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,282.50

87.000

+0.54%

3:43 AM

Yuan (USD-CNY)

7.2477

0.0027

+0.04%

6/7/202

Sumber : Bloomberg.com, 10/6/2024 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak hampir 3%, didorong harapan meningkatnya permintaan bahan bakar musim panas ini. Pasar mengabaikan penguatan dolar AS dan ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.Goldman Sachs memperkirakan Brent akan naik ke USD86 per barel pada kuartal III. Tingginya permintaan transportasi musim panas akan mendorong defisit di pasar minyak sebesar 1,3 juta bph di kuartal III.
Konsultan energi FGE juga memperkirakan minyak akan reli, mencapai pertengahan USD80-an pada kuartal III. Meski ada pemotongan OPEC +, persediaan minyak tetap meningkat. Stok minyak mentah dan stok bensin AS menanjak pada minggu terakhir. Pasar menunggu data pasokan dan permintaan minyak bulanan dari Badan Informasi Energi AS dan OPEC , serta Badan Energi Internasional (IEA), Selasa dan Rabu. Perhatian investor tertuju ke rilis data IHK Mei AS dan kesimpulan rapat The Fed, Rabu.
  • Harga Brent berjangka melonjak USD2,01 (2,5%) ke USD81,63 per barel.
  • Harga WTI berjangka melompat USD2,21 (2,9%) ke USD77,74 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir rebound. Investor menunggu data IHK Mei AS dan keputusan suku bunga The Fed pekan ini. Harga emas ambles sekitar USD83 per ounce, ambles 3,5%, Jumat lalu, penurunan satu hari terbesar sejak November 2020 setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Laporan bahwa bank sentral China menunda pembelian bullion membuat investor berspekulasi.
Analis mengatakan topik pembelian emas China menjadi isu utama pasar. Pemulihan emas terjadi meski dolar dan imbal hasil US Treasury melesat. Fokus pasar beralih ke rilis laporan IHK Mei AS dan keputusan kebijakan the Fed, Rabu. Harga logam berharga lainnya; perak spot melonjak 1,9% ke level USD29,72 per ounce, platinum meningkat 0,8% menjadi USD973,60, dan paladium merosot 0,9% ke USSD 904,25
  • Harga emas di pasar spot meningkat 0,8% ke USD2.310,81 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS 0,1% lebih tinggi di USD2.327 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

berita terbaru
An error occurred.