Angka Revisi PDB AS 1Q24 Diprediksi Tetap Kuat, Rupiah Melorot 0,65% di Penutupan
Thursday, May 30, 2024       15:33 WIB

Ipotnews - Kurs rupiah ditutup dengan melemah tajam terhadap dolar hari ini, karena pelaku pasar mewaspadai revisi data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat Kuartal I 2024 nanti malam yang diprediksi tetap kuat.
Data Bloomberg pada Kamis (30/5) pukul 15.00 WIB menunjukkan, kurs rupiah ditutup di level Rp16.265, per dolar AS, melemah 105 poin atau 0,65% apabila dibandingkan akhir perdagangan Rabu sore (29/5) di level Rp16.160 per dolar AS.
Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan sebagian besar pelaku pasar memilih tetap masuk terhadap greenback. Ini akibat serangkaian sinyal hawkish dari Federal Reserve, karena para pejabat memperingatkan bahwa mereka memerlukan lebih banyak keyakinan bahwa inflasi sedang mereda.
"Beberapa pejabat juga menandai kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, jika inflasi tetap stabil," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis sore ini.
Revisi data produk domestik bruto (PDB) AS Kuartal I 2024 akan dirilis nanti malam. Datanya diperkirakan menunjukkan ketahanan ekonomi AS yang berkelanjutan. "Kekuatan perekonomian memberi The Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama," ujar Ibrahim.
Namun fokus utama minggu ini adalah data indeks harga PCE, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed. Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan inflasi yang tetap stabil hingga bulan April yang akan dirilis pada hari Jumat. Beberapa pejabat Fed juga akan menyampaikan pidatonya dalam beberapa hari mendatang.
Selain itu, tensi geopolitik di Timur Tengah terus meningkat paska pasukan Israel menguasai zona penyangga di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir. Dengan demikian, Israel memiliki otoritas efektif atas seluruh perbatasan darat wilayah Palestina.
Israel juga terus melakukan serangan mematikan di Rafah, meskipun ada perintah dari Mahkamah Internasional untuk mengakhirinya. Rafah merupakan tempat setengah dari 2,3 juta penduduk Gaza sebelumnya mengungsi.(Adhitya)

Sumber : admin

berita terbaru