-
Saham BBRI Cs Diramal, Ada yang Bisa ke Rp 11.500
Tuesday, August 26, 2025 08:59 WIB
JAKARTA, investor.id -Indeks harga saham gabungan ( IHSG ) mendekati level psikologis 8.000, menandai optimisme pasar modal Indonesia yang semakin menguat. Sentimen global yang kian kondusif dan fundamental domestik yang solid mendorong ekspektasi masuknya kembali aliran dana asing dalam jumlah besar.
Vice President Head of Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi Kasmarandana menilai momentum pemangkasan suku bunga global, khususnya oleh The Fed, berpotensi mengalihkan dana asing dari obligasi pemerintah AS menuju aset berimbal hasil lebih tinggi seperti pasar emerging market .
"Kami berpandangan sentimen dari pelonggaran kebijakan moneter (khususnya Fed) berpotensi mendorong outflow dari govt bonds dan UST ke aset yang memberikan return lebih tinggi, seperti pasar EM. Meski demikian, catatan kami tetap mengkhawatirkan jika pemangkasan didorong oleh data tenaga kerja dan pengangguran AS yang melemah, masih juga akan mendorong ke dalam aset safe-havens atau non-yield aset yang lebih low risk ," jelas Audi kepada Investor Daily, Senin (25/8/2025).
Lebih lanjut, ia menambahkan rebalancing indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell juga berpotensi meningkatkan likuiditas pada konstituen yang masuk melalui arus investasi pasif. Namun, keberlanjutan inflow asing tetap ditopang stabilitas rupiah dan pertumbuhan PDB yang solid.
"Jika melihat data bulanan, inflow asing sudah mencapai Rp 7,93 triliun, terutama pada big banks . Jika inflow ini konsisten, maka dalam 4 bulan hingga Desember dapat mencapai Rp 20-30 triliun," paparnya.
Audi menambahkan, meski big banks secara year-to-date (ytd) masih dilepas asing, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk () net sell Rp 17,6 triliun, saham PT Bank Mandiri Tbk () net sell Rp 12,6 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk () net sell Rp 3,4 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () net sell Rp 1,5 triliun potensi pemulihan sektor perbankan akan menjadi katalis utama bagi IHSG . Ia memperkirakan IHSG bergerak di level support 7.600 dan resistance 8.200 pada kuartal III-2025.
Sektor siklikal dan sensitif suku bunga seperti keuangan, properti, teknologi, dan industri disebut berpotensi unggul. Rekomendasi saham antara lain (buy, TP Rp 6.300), (buy, TP Rp 4.360).
Selain itu saham PT Telkom Indonesia Tbk () (buy, TP Rp 3.240), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk () (buy, TP Rp 11.500).
Sumber : investor.id