Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 3 Februari 2026: Melesat
Tuesday, February 03, 2026       09:27 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melesat pada Selasa (3/2/2026),seiring melemahnya indeks dolar di tengah sentimen global yang mereda.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.06 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melesat 35 poin (0,21%) ke level Rp 16.763 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,19% ke level 97,44.
Sedangkan pada perdagangan Senin (2/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 12 poin di level Rp 16.798.
Dikutip dari Reuters, dolar AS bertahan setelah data ekonomi AS yang positif serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed mengimbangi kekhawatiran soal potensi penutupan kembali pemerintahan AS.
Penguatan dolar terjadi setelah data manufaktur Amerika Serikat dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan kembalinya aktivitas manufaktur ke fase ekspansi. Meski demikian, laporan ketenagakerjaan utama AS berpotensi tertunda akibat kebuntuan politik di Washington.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik mereda setelah AS mencapai kesepakatan dagang dengan India dan mengumumkan akan melanjutkan perundingan nuklir dengan Iran.
"Kisah domestik dari AS juga mendukung dolar, terutama kejutan besar dari data ISM," ujar ahli strategi mata uang National Australia Bank Rodrigo Catril, dalam sebuah podcast.
"Kesepakatan dengan India memang menarik, tetapi yang lebih penting adalah tanda-tanda meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Tekanan serta ancaman yang dilontarkan Presiden Trump tampaknya berhasil membawa Iran kembali ke meja perundingan," tambahnya.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, relatif stabil di level 97,50 setelah menguat selama dua hari berturut-turut. Euro naik 0,1% ke US$1,1804, sementara yen menguat tipis 0,1% ke level 155,53 per dolar AS.
Dolar AS telah berada dalam tren menguat sejak Presiden AS Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya. Para analis menilai Warsh cenderung tidak mendorong pemangkasan suku bunga secara agresif dibandingkan kandidat lain.
Kesepakatan Dagang AS-India
Trump pada Senin mengumumkan kesepakatan dagang dengan India yang memangkas tarif atas produk India sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh India serta penurunan hambatan perdagangan. Dari sisi geopolitik, AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan perundingan nuklir pada Jumat di Turki, dengan Trump memperingatkan konsekuensi serius jika kesepakatan gagal dicapai.
Reserve Bank of Australia diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga setelah memangkas suku bunga tiga kali tahun lalu. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya saat mengumumkan kebijakan terbaru pada Kamis.
Dolar Australia naik 0,3% ke US$ 0,6965. Dolar Selandia Baru (kiwi) menguat 0,3% ke US$ 0,6017, sedangkan poundsterling naik 0,1% ke US$ 1,3676.
Investor menjual yen dan obligasi pemerintah Jepang menjelang pemilu pada 8 Februari, seiring ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif jika Perdana Menteri Sanae Takaichi memperoleh mandat kuat.
Menteri Keuangan Katayama pada Selasa membela pernyataan Takaichi terkait manfaat yen yang lebih lemah, dengan menyebut bahwa perdana menteri hanya merujuk pada "apa yang tertulis di buku teks."
Di pasar kripto, harga bitcoin naik 0,5% ke US$ 78.840,02, sementara ethereum menguat 0,1% ke US$ 2.343,94.

Sumber : investor.id