Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Jumat 6 Februari 2026: Tergerus Kian Dalam
Friday, February 06, 2026       09:23 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tergerus kian dalam pada Jumat (6/2/2026),seiring penguatan indeks dolar dan meningkatnya sentimen global yang menekan mata uang emerging market.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini tergerus 30 poin (0,18%) ke level Rp 16.872 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,07% ke level 97,89.
Sedangkan pada perdagangan Kamis (5/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 65 poin di level Rp 16.842.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.840 - 16.900. Prospek rupiah tertekan sentimen pasar terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir masih berlangsung.
"Pejabat dari kedua negara mengatakan bahwa pembicaraan akan tetap berlangsung meskipun topik yang akan dibahas belum disepakati," ungkap Ibrahim.
Selain itu, rupiah juga diprekdiksi rentan melemah meski AS dan China menjalani diskusi yang tenang seputar isu perdagangan hingga militer.
Trump mengungkapkan bahwa ia akan melakukan perjalanan ke China pada bulan April mendatang, dan bahwa mereka membahas perdagangan, militer, Taiwan, perang Rusia/Ukraina, Iran, dan pembelian minyak dan gas China dari AS.
Kebijakan The Fed
Rupiah juga rentan melemah saat pasar mengantisipasi kebijakan moneter The Fed yang lebih hawkish dan independen di bawah kepemimpinan Warsh. "Para pedagang juga menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah jeda penurunan suku bunga Fed pada Januari dan penunjukan Warsh," beber Ibrahim.
Alat CME FedWatch menunjukkan, pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 46% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni 2026.
Dari sisi internal, rupiah diproyeksi melemah setelah Indonesia merilis kinerja pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% secara tahunan (YoY) pada 2025. Sementara, sepanjang 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03% YoY.

Sumber : investor.id