Muncul Laba BRI (BBRI) Juli 2025
Tuesday, August 26, 2025       08:50 WIB

JAKARTA, investor.id- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () atau BRI mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp 28,58 triliun hingga Juli 2025, turun 9,01% secara tahunan ( year on year /yoy). Meskipun demikian, bank ini berhasil menunjukkan perbaikan kinerja sejak awal tahun, terutama dari sisi penyaluran kredit dan pengelolaan biaya.
Berdasarkan laporan keuangan BRI yang dikutip pada Senin (25/8/2025), laba bersih BRI pada Juli 2025 saja mencapai Rp 3,79 triliun, turun 38,31% dari bulan sebelumnya. Namun, secara keseluruhan, kinerja operasional BRI mengalami perbaikan.
Penyaluran kredit BRI hingga Juli 2025 mencapai Rp 1.267,12 triliun atau tumbuh 5,26% yoy. Ini menjadi pertumbuhan tertinggi bagi BRI dalam perkembangannya selama tujuh bulan, meskipun masih di bawah target 7-9% untuk tahun 2025.
Hasilnya, pendapatan bunga dicetak sebesar Rp 95,58 triliun atau meningkat 1,03% yoy untuk periode Januari-Juli 2025. Di saat sama, beban bunga turun 0,09% yoy menjadi Rp 30,21 triliun.
Perbaikan kinerja juga terlihat dari pendapatan bunga bersih ( net interest income /NII) yang mencapai Rp 65,36 triliun, tumbuh 1,55% yoy. Perbaikan ini menandai adanya pemulihan setelah NII sempat menurun akibat kontraksi kredit dan biaya dana yang tinggi. Ruang perbaikan terbuka lebih jauh terbuka seiring pemangkasan BI Rate ke level 5%, baru-baru ini.
Hasil positif dari NII menjaga margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) di level 6,26%, konsisten terjaga di atas 6% meskipun belum mencapai sasaran 7,3-7,7%.
BRI juga berhasil menekan biaya kredit ( cost of credit /CoC) menjadi 3,42% per Juli 2025, turun konsisten sejak CoC di posisi 5,57% pada Januari. Rasio ini mendekati target manajemen sebesar 3-3,2%.
Selain itu, perbaikan kinerja BRI didukung sejumlah pos pendapatan lain seperti perolehan dividen dan komisi/ fee . Beban provisi pun tumbuh moderat 4,43% yoy menjadi sebesar Rp 24,04 triliun.
Kian Kokoh
Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 5,35% yoy menjadi Rp 1.456,99 triliun. Pertumbuhan ini didominasi oleh dana murah ( current account saving account /CASA), yang mencapai Rp 957,93 triliun atau meningkat 9,30% yoy. Rasio sendiri menguat menjadi 65,75%.
Sebagai rincian, giro meningkat paling tajam yaitu sebesar 12,78% yoy menjadi sebesar Rp 403,48 triliun, sementara tabungan naik 6,90% yoy atau masih menjadi yang terbesar mencapai Rp 554,44 triliun. Adapun deposito susut 1,50% yoy menjadi Rp 499,06 triliun.
Ekspansi kredit yang mulai dilakukan turut mengerek total aset BRI yang mencapai Rp 1.914,12 triliun per Juli 2025, tumbuh 4,86% yoy. Sehingga return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) BRI tetap solid, masing-masing sebesar 2,60% dan 16,65%.
Dari sisi likuiditas, loan to deposit ratio (LDR) agak meningkat dibandingkan bulan sebelumnya dari 85,52% dan 86,97% pada Juli 2025. Posisi LDR selaras ekspansi kredit BRI yang mulai mengejar pertumbuhan dana pihak ketiga.
Pada perdagangan Senin (25/8/2025), saham BRI bergerak naik 2,68% ke posisi 4.210. Saham BRI diguyur asing hingga Rp 474,7 miliar, menggenapi net buy asing selama 12 hari perdagangan berturut-turut.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:45 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 KPIG
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:39 WIB
Kepemilikan Saham 30 Desember 2025 KING
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:30 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 IATA
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:26 WIB
Kepemilikan Saham 30 Desember 2025 FITT
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:20 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 CSMI
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:12 WIB
Indonesia Market Summary (15/01/2026)
Thursday, Jan 15, 2026 - 19:50 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 BANK
An error occurred.