-
Menkeu Purbaya Mau Ambil PNM dari BRI (BBRI)
Wednesday, February 04, 2026 19:37 WIB
JAKARTA, investor.id -Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melirik peluang mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari naungan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () atau BRI. Langkah strategis ini direncanakan guna mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM sekaligus menghentikan "kebocoran" subsidi bunga yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun.
Purbaya mengungkapkan, saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus merogoh kocek hingga Rp 40 triliun per tahun hanya untuk membayar subsidi bunga KUR. Jika PNM berada langsung di bawah Kemenkeu, dana tersebut bisa dikelola menjadi modal kerja yang lebih produktif dengan skema bunga rendah.
"Saya sedang diskusi sama Danantara untuk mengambil salah satu unitnya yaitu PNM. Rencana saya akan pakai sebagai penyalur KUR. Saya seperti sudah punya satu bank kecil dengan modal Rp 160 triliun (dalam empat tahun). Itu sudah besar, sementara uang saya tidak hilang Rp 40 triliun setiap tahun," ujar Purbaya di Gedung DPR, Rabu (4/2/2026).
Meski negosiasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) masih berjalan alot, Purbaya sudah menyiapkan tawaran menarik. Kemenkeu siap melakukan skema tukar guling antara PNM dengan aset milik kementerian, yakni PT Geo Dipa Energi.
"BRI kan perusahaan terbuka, bisa enggak kita beli? Kalau perlu saya tukar dengan Geo Dipa. Tadinya mau saya tukar sama mereka (Danantara)," ungkapnya merujuk pada pembicaraan dengan petinggi Danantara, Rosan Roeslani dan Dony Oskaria.
Selain faktor efisiensi anggaran, Purbaya mengaku sangat meminati PNM karena kualitas sumber daya manusianya. PNM dinilai memiliki expertise mumpuni dalam pendampingan nasabah mikro yang tidak dimiliki oleh birokrat Kemenkeu.
"Pegawai saya enggak bisa jadi ahli penilai pinjaman mikro, di PNM orangnya jago-jago," puji Purbaya.
Sebagai catatan, hingga November 2025, PNM memiliki rekam jejak yang solid dengan jangkauan 4.655 kantor pelayanan di 36 provinsi. Perusahaan ini telah memberdayakan 22,7 juta ibu-ibu melalui 43.457 pendamping nasabah, dengan mayoritas pembiayaan (73%) berbasis syariah.
Sumber : investor.id