- Wall Street bergerak variatif; S&P 500 dan Dow turun ditekan saham keuangan, sementara Nasdaq naik ditopang minat pada saham AI.
- Sektor keuangan dan pertahanan melemah akibat tekanan kebijakan Trump, sedangkan Nvidia, Microsoft, dan Alphabet menguat.
- Data tenaga kerja AS melemah, namun belum mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga the Fed.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir variatif, Rabu, dengan S&P 500 dan Dow Jones tertekan kejatuhan saham sektor keuangan, sementara Nasdaq justru menguat berkat minat investor yang kembali mengalir ke emiten berbasis kecerdasan buatan (AI).
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 0,34% atau 23,89 poin menjadi 6.920,93, dan Dow Jones Industrial Average melorot 0,94% atau 466,00 poin jadi 48.996,08, sedangkan Nasdaq Composite Index naik 0,16% atau 37,10 poin ke posisi 23.584,28, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Rabu (7/1) atau Kamis (8/1) pagi WIB.
Pelemahan S&P 500 dan Dow terjadi setelah keduanya sempat menyentuh rekor tertinggi intraday pada awal perdagangan.
Sektor keuangan menjadi pemberat utama pasar. Saham Blackstone dan Apollo Global Management anjlok lebih dari 5%, sehingga menyeret indeks sektor keuangan S&P 500 merosot 1,4%. JPMorgan Chase melorot 2,3% setelah Wolfe Research menurunkan peringkat saham bank tersebut menjadi "peer perform" dari sebelumnya "outperform".
Tekanan juga datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan melarang perusahaan akuisisi perumahan membeli single-family homes sebagai upaya menekan harga rumah.
Saham American Homes 4 Rent ambles 4,3% setelah pernyataan tersebut. Sebaliknya, saham platform properti Zillow justru melonjak lebih dari 2%.
Di sektor pertahanan, saham Northrop Grumman jatuh 5,5% dan Lockheed Martin kehilangan 4,8% setelah Trump menyatakan tidak akan mengizinkan pembagian dividen maupun pembelian kembali saham oleh perusahaan pertahanan hingga masalah produksi peralatan militer dapat diperbaiki. Dalam unggahan media sosialnya, Trump tidak menyebutkan perusahaan tertentu.
Berbeda dengan sektor keuangan dan pertahanan, saham teknologi berbasis AI kembali menjadi incaran investor. Nvidia dan Microsoft masing-masing melesat sekitar 1%, sementara Alphabet melambung lebih dari 2%. Pergerakan ini mencerminkan kembalinya minat investor ke saham AI, setelah sebelumnya muncul kekhawatiran valuasi yang dinilai terlalu mahal.
Minat kuat terhadap sektor AI juga tercermin dari rencana Anthropic, perusahaan pengembang chatbot Claude, yang dikabarkan tengah mempersiapkan penggalangan dana bernilai miliaran dolar AS. Aksi tersebut berpotensi memberikan valuasi perusahaan non-publik itu hingga USD350 miliar, menjadikannya lebih bernilai dibandingkan sebagian besar perusahaan publik, termasuk Advanced Micro Devices, Chevron, dan Wells Fargo.
Chief Executive Officer Longbow Asset Management, Jake Dollarhide, menilai pola investasi pada awal 2026 masih mirip dengan tahun sebelumnya. Menurutnya, strategi utama investor tetap membeli saham teknologi dan menahannya dalam jangka panjang, sementara anggapan bahwa reli AI telah berakhir terbukti tidak tepat.
Menjelang musim laporan keuangan kuartal IV yang akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan, valuasi pasar saham Wall Street masih tergolong mahal. Indeks S&P 500 diperdagangkan di kisaran 22 kali proyeksi laba, turun dari sekitar 23 kali pada November, namun masih berada di atas rata-rata lima tahunnya di level 19 kali, menurut data LSEG .
Dari sisi data ekonomi, laporan Rabu menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di Amerika sepanjang November turun lebih besar dari perkiraan setelah hanya naik tipis pada Oktober. Laporan terpisah dari ADP juga memperlihatkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember lebih rendah dari ekspektasi.
Meski demikian, data tersebut belum banyak mengubah ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve menjelang rilis laporan ketenagakerjaan pemerintah yang krusial, Jumat.
Investor juga mencermati perkembangan geopolitik setelah Amerika Serikat menyatakan telah menyita kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela, sebagai bagian dari langkah agresif Trump untuk mengendalikan aliran minyak di kawasan Amerika.
Selain itu, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump tengah membahas opsi untuk mengakuisisi Greenland, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Di sektor teknologi lainnya, saham perusahaan memori dan penyimpanan data melepas sebagian besar kenaikan tajam sebelumnya. Saham Western Digital anjlok hampir 9%, sementara Seagate Technology menyusut 6,7%.
Saham First Solar ambles 10% setelah Jefferies menurunkan rekomendasi produsen panel surya tersebut menjadi "hold" dari "buy".
Jumlah saham yang turun melebihi yang naik di indeks S&P 500 dengan rasio 3,4 banding satu.
Indeks S&P 500 mencatat 28 rekor tertinggi baru dan 17 rekor terendah baru; sedangkan Nasdaq membukukan 106 rekor tertinggi baru dan 58 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street relatif tinggi, dengan 17,4 miliar saham ditransaksikan, dibandingkan rata-rata 16,2 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Amgen Inc (3,47%)
-Johnson & Johnson (1,31%)
-Salesforce Inc (1,22%)
Saham berkinerja terburuk
-Caterpillar Inc (-4,26%)
-Nike Inc (-3,26%)
-Honeywell International Inc (-2,65%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Intel Corporation (6,47%)
-CarMax Inc (5,35%)
-Regeneron Pharmaceuticals Inc (4,60%)
Saham berkinerja terburuk
-First Solar Inc (-10,29%)
-Skyworks Solutions Inc (-9,73%)
-Western Digital Corporation (-8,88%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-SMX Security Matters Ord Shs Class A (76,14%)
-Regencell Bioscience Holdings Ltd (60,10%)
-Nuvve Holding Corp (59,55%)
Saham berkinerja terburuk
-Ascent Solar Technologies Inc (-25,33%)
-Next Technology Holding Inc (-22,54%)
-Brand Engagement Network Inc (-19,49%)
Sumber : Admin