Wall Street Variatif: Nasdaq Terpukul Kejatuhan Saham Teknologi, Dow Menghijau
Friday, June 26, 2026       04:29 WIB
  • Wall Street variatif; Dow naik tipis, S&P 500 stagnan, dan Nasdaq turun 0,46%.
  • Saham teknologi tertekan, dipimpin Apple, meski saham chip seperti Micron melonjak.
  • Inflasi AS kembali di atas 4%, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir variatif, Kamis, dengan Nasdaq melemah akibat tekanan pada saham teknologi berkapitalisasi besar, sementara indeks S&P 500 nyaris tidak berubah dan Dow Jones mencatat penguatan tipis setelah investor mencerna serangkaian data ekonomi terbaru Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 71,72 poin atau 0,14% menjadi 51.920,62, sementara S&P 500 turun tipis 0,73 poin atau 0,01% ke posisi 7.357,49, sedangkan Nasdaq Composite Index kehilangan 118,03 poin atau 0,46% jadi 25.358,60, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (25/6) atau Jumat (26/6) pagi WIB.
Saham teknologi yang sempat menghijau pada awal sesi berbalik melemah menjelang penutupan perdagangan. Kondisi itu membebani Nasdaq karena investor kembali mempertanyakan besarnya belanja raksasa teknologi (hyperscaler) untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan siapa yang pada akhirnya akan menanggung biaya investasi tersebut.
Kekhawatiran tersebut mengalahkan sentimen positif yang sebelumnya muncul setelah Micron dan Qualcomm menyampaikan prospek bisnis yang kuat terkait permintaan teknologi AI.
Nasdaq kini berada di jalur penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2025.
Saham Apple menjadi salah satu pemberat utama pasar setelah anjlok 6,1%. Penurunan terjadi setelah perusahaan menaikkan harga iPad dan MacBook untuk mengimbangi lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan data.
Saham perusahaan teknologi besar lainnya juga bergerak melemah. Nvidia, Microsoft, dan Alphabet tercatat merosot antara 0,5% hingga 3,5%.
Di tengah tekanan pada sektor teknologi besar, saham Micron melejit 15,7% setelah laporan keuangan dan proyeksi pendapatannya melampaui ekspektasi Wall Street. Produsen chip memori Sandisk bahkan meroket 22%, sementara Qualcomm, Western Digital, dan Seagate Technology juga mencatat kenaikan signifikan.
Meski demikian, pasar tetap dibayangi kekhawatiran mengenai pembiayaan investasi AI yang didukung utang oleh perusahaan hyperscaler serta prospek kebijakan moneter Federal Reserve yang dinilai semakin hawkish.
Chief Investment Officer BMO Family Office, Carol Schleif, mengatakan pasar mulai menyadari bahwa keuntungan besar yang diperoleh satu perusahaan pada akhirnya berasal dari pengeluaran pihak lain dalam rantai industri teknologi.
"Pasar menyadari, laba dan pendapatan luar biasa satu perusahaan berarti ada pihak lain yang harus menanggung biaya tersebut di kemudian hari. Agar Micron dapat menghasilkan laba dan pendapatan sebesar itu, uang tersebut berasal dari kantong perusahaan lain," ujarnya.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, enam di antaranya ditutup menguat. Sektor industri memimpin kenaikan dengan lompatan 2,2%, sementara sektor barang konsumsi non-primer (consumer discretionary) dan barang kebutuhan pokok (consumer staples) mencatat penurunan terbesar. Sektor teknologi secara keseluruhan turun 0,1%.
Di sisi lain, indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) melonjak 3,2% dan berada di jalur mencatat kinerja kuartalan terbaik sepanjang sejarah berdasarkan data LSEG .
Perhatian investor juga tertuju pada sejumlah data ekonomi yang dirilis Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Data menunjukkan inflasi kembali meningkat pada Mei dan menembus level 4% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, terutama dipicu kenaikan harga energi. Kondisi tersebut memperkuat spekulasi bahwa the Fed semakin dekat untuk kembali menaikkan suku bunga.
Berdasarkan data LSEG , pelaku pasar kini memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Sementara itu, revisi akhir produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama memperlihatkan ekonomi Amerika tumbuh 2,1%, lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya sebesar 1,6%.
Data pasar tenaga kerja juga menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan turun lebih besar dari perkiraan, mengindikasikan kondisi ketenagakerjaan yang masih relatif kuat.
Menurut Schleif, data inflasi memang memperlihatkan tekanan harga yang masih tinggi, namun belum cukup kuat untuk memicu kepanikan di pasar.
"Inflasi memang datang cukup panas seperti yang diperkirakan banyak pihak, tetapi tidak terlalu ekstrem. Dengan harga minyak yang mulai turun, ada dugaan inflasi akan terus melandai secara bertahap memasuki musim panas dan musim gugur," katanya.
Harga minyak turun kembali ke bawah level sebelum pecahnya perang Iran dalam sepekan terakhir, membantu meredakan sebagian tekanan inflasi.
Di luar sektor teknologi, saham Bio-Techne Corp melambung 11,8% setelah perusahaan farmasi Jerman Merck KGaA sepakat mengakuisisi emiten bioteknologi tersebut dengan harga USD73 per saham tunai. Nilai total transaksi diperkirakan mencapai sekitar USD11,3 miliar.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibandingkan yang turun di Bursa Efek New York ( NYSE ), dengan rasio 1,4 banding 1. Tercatat 342 saham mencapai level tertinggi baru dan 276 saham menyenyuh harga terendah baru. Di Nasdaq, 2.325 saham menguat dan 2.463 saham melemah, dengan jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 1,06 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 55 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 15 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 208 rekor tertinggi baru dan 235 rekor terendah baru.
Volume transaksi di bursa Wall Street mencapai 20,34 miliar saham, dibandingkan rata-rata 23,04 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Caterpillar Inc (6,29%)
-Merck & Company Inc (4,03%)
-Unitedhealth Group (2,40%)
Saham berkinerja terburuk
-Apple Inc (-6,12%)
-Microsoft Corporation (-3,46%)
-McDonald's Corporation (-3,41%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Bio-Techne Corp (20,08%)
-Micron Technology Inc (15,95%)
-Applied Materials Inc (13,42%)
Saham berkinerja terburuk
-Apple Inc (-6,12%)
-TJX Companies Inc (-6,04%)
-Ross Stores Inc (-5,89%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Triller Group Inc (296,53%)
-Nexera Technologies Ltd (95,56%)
-Autozi Internet Technology (73,68%)
Saham berkinerja terburuk
-Redcloud Holdings Ltd (-44,15%)
-Nano X Imaging Ltd (-43,99%)
-Wing Yip Food Holdings Group Ltd ADR (-39,79%)

Sumber : Admin