Wall Street Akhiri Sesi Bergejolak di Zona Merah, Saham Teknologi Rontok
Thursday, July 02, 2026       04:53 WIB
  • Wall Street melemah dipimpin saham teknologi dan semikonduktor.
  • Investor menanti data tenaga kerja AS dan mencermati arah suku bunga.
  • Meta melonjak hampir 9% sehingga membatasi pelemahan pasar.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street sedikit melemah, Rabu, dipimpin penurunan saham teknologi dan semikonduktor. Meski demikian, lonjakan saham Meta Platforms membantu membatasi pelemahan S&P 500 dan Nasdaq di tengah kehati-hatian investor menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 13,96 poin atau 0,03% menjadi 52.305,24, S&P 500 melemah 16,13 poin atau 0,22% ke posisi 7.483,23, sementara Nasdaq Composite Index kehilangan 173,69 poin atau 0,66% jadi 26.040,03, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (1/7) atau Kamis (2/7) pagi WIB.
Tekanan terbesar berasal dari sektor teknologi, khususnya saham produsen chip. Indeks semikonduktor anjlok 6,3%, menjadikannya salah satu faktor utama yang membebani kinerja S&P 500 dan Nasdaq. Kekhawatiran terhadap tingginya valuasi saham teknologi serta besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Senior Portfolio Strategist Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey, mengatakan investor juga tetap berhati-hati terhadap perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan AS, akhir pekan ini.
Pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran yang berlangsung pada Rabu berakhir tanpa menunjukkan kemajuan berarti menuju kesepakatan damai yang permanen. Kedua negara sebelumnya menandatangani kesepakatan sementara pada bulan lalu.
Fokus pasar juga tertuju pada laporan ketenagakerjaan nonpertanian (non-farm payrolls/NFP) Amerika yang akan dirilis Kamis, sehari sebelum pasar keuangan AS ditutup pada Jumat untuk memperingati Hari Kemerdekaan.
Di tengah pelemahan pasar, saham Meta Platforms melesat 8,8% setelah  Bloomberg News  melaporkan bahwa perusahaan induk Facebook tersebut tengah membangun bisnis layanan komputasi awan (cloud) guna menjual kapasitas komputasi AI yang tidak terpakai kepada pihak lain.
Sentimen pasar juga mendapat sedikit dukungan dari pernyataan Chairman Federal Reserve Kevin Warsh yang menyebut risiko inflasi telah mereda dalam beberapa pekan terakhir.
Warsh menegaskan the Fed akan tetap berkomitmen membawa inflasi ke target 2% dan tidak akan melonggarkan kebijakan moneter hanya karena adanya desakan Presiden Donald Trump agar bank sentral menurunkan suku bunga.
Meski pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga setelah pernyataan Warsh, data LSEG menunjukkan investor masih memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali lagi tahun ini.
Investor juga mencermati data Institute for Supply Management (ISM) yang memperlihatkan aktivitas manufaktur Amerika Serikat melambat pada Juni, namun masih berada pada level yang mencerminkan kondisi ekonomi relatif solid.
Di jajaran emiten, saham produsen aluminium Alcoa merosot 8,9% setelah perusahaan tambang Australia, South32, menyepakati penjualan sebagian besar aset aluminiumnya kepada Alcoa.
Pelemahan Wall Street terjadi setelah ketiga indeks utama membukukan reli kuat sepanjang kuartal kedua. S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan kuartalan terbesar sejak 2020, sedangkan Dow Jones membukukan kinerja kuartalan terbaik sejak 2022.
Volume transaksi di bursa Wall Street mencapai 19,71 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 23,36 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.
Di New York Stock Exchange ( NYSE ), jumlah saham yang naik sedikit lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,07 banding 1. Bursa mencatat 353 saham mencetak level tertinggi baru dan 127 saham yang mencapai harga terendah baru.
Sementara itu, di Nasdaq sebanyak 2.661 saham menguat dan 2.303 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap saham turun sebesar 1,16 banding 1. Baik S&P 500 maupun Nasdaq Composite tidak mencatatkan saham yang membukukan level tertinggi ataupun terendah baru dalam 52 pekan pada perdagangan tersebut. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Nike Inc (5,07%)
-Salesforce Inc (4,25%)
-Microsoft Corporation (3,05%)
Saham berkinerja terburuk
-Caterpillar Inc (-6,86%)
-Walmart Inc (-3,88%)
-Merck & Company Inc (-2,44%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Meta Platforms Inc (8,81%)
-General Mills Inc (8,53%)
-Palantir Technologies Inc (7,77%)
Saham berkinerja terburuk
-Corning Incorporated (-13,62%)
-KLA Corporation (-11,77%)
-Teradyne Inc (-11,64%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Linkhome Holdings Inc (315,15%)
-Token Cat Ltd DRC (157,84%)
-Sadot Group Inc (105,19%)
Saham berkinerja terburuk
-INLIF Ltd (-42,96%)
-LQR House Inc (-33,54%)
-Julong Holding Ltd (-31,63%)

Sumber : Admin