Terbebani Kejatuhan Saham Kesehatan, Bursa Ekuitas Eropa Mendatar
Thursday, August 07, 2025       03:16 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa relatif flat, Rabu, kehilangan keuntungan di awal sesi, karena saham kesehatan terdampak ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif yang lebih tinggi pada impor farmasi.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun tipis 0,06% atau 0,33 poin menjadi 541,07, mengakhiri tren kenaikan dua hari meski memulai sesi dengan catatan positif, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (6/8) atau Kamis (7/8) dini hari WIB.
Namun, bursa regional utama menghijau. Di Jerman, Indeks DAX menguat 0,33% atau 78,29 poin menjadi 23.924,36, FTSE 100 Inggris naik 0,24% atau 21,58 poin jadi 9.164,31, dan CAC Prancis meningkat 0,18% atau 13,99 poin ke posisi 7.635,03.
Saham healthcare menanggung beban tekanan jual. Indeks sektor ini anjlok 2,8% ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan setelah Trump mengumumkan rencana tarif bertahap yang menargetkan impor farmasi yang dapat menyebabkan pungutan pada sektor tersebut meroket hingga 250% dalam 18 bulan.
"Di sinilah pentingnya untuk bersikap spesifik tentang tarif karena saham dan sektor tertentu akan terdampak secara berbeda di berbagai wilayah," kata Steve Sosnick, Kepala Analis Interactive Brokers.
"Di Eropa dan Asia, investor mempertimbangkan dampak tarif dengan lebih cermat karena eksportir menanggung sebagian besar beban secara langsung."
Sektor ini juga terdampak setelah Novo Nordisk memperkirakan terus menghadapi persaingan dari produk tiruan obat obesitasnya, Wegovy, tahun ini. Peringatan ini menyebabkan saham produsen obat asal Denmark tersebut ambles 5,4%.
Novo memangkas proyeksi penjualan dan laba setahun penuhnya minggu lalu, yang mengakibatkan penurunan nilai pasar USD95 miliar sejak saat itu.
Sementara itu, Presiden Swiss Karin Keller-Sutter bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk membahas potensi solusi perdagangan setelah Trump mengumumkan tarif 39% untuk barang-barang Swiss.
Perundingan tersebut berfokus pada peningkatan pembelian produk energi dan pertahanan Amerika oleh Swiss untuk menghindari tarif yang tinggi, yang mengancam kerugian signifikan bagi ekonomi Swiss yang didorong oleh ekspor.
Indeks acuan SMI Swiss turun 0,9%, terbebani kejatuhan harga saham produsen obat Novartis dan Roche yang masing-masing merosot 3,3% dan 2,6%.
Saham Bayer anjlok 9,9% karena kekhawatiran investor bahwa laba raksasa farmasi Jerman tersebut digelembungkan oleh biaya transfer pemain sepak bola, alih-alih didukung oleh bisnis inti perawatan kesehatan dan pertaniannya.
Dari sisi data, penjualan ritel zona Euro tumbuh lebih cepat dari perkiraan sepanjang Juni, memperkuat pandangan bahwa blok 27 negara tersebut tetap tangguh menghadapi ketidakpastian perdagangan.
Saham Beiersdorf, di antaranya, melorot 8,4% dan termasuk di antara emiten dengan penurunan tertinggi setelah produsen barang konsumsi Jerman tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan penjualan organik tahunannya.
Di sisi lain, saham Siemens Energy menguat 1% setelah mengatakan akan mencapai batas atas estimasi proyeksi pertumbuhan 2025.
Hiscox menjadi saham dengan kenaikan tertinggi dalam indeks, melambung 9,4% setelah melaporkan kenaikan premi asuransi di semester pertama yang didukung pertumbuhan bisnis ritelnya. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini