Teknologi Pimpin Penguatan Indeks Sektoral, IHSG Menguat ke 5.943
Wednesday, October 14, 2026       17:13 WIB
  • IDXTECHNO memimpin penguatan 2,76 persen, dengan melonjak 11,35 persen.
  • IDXPROPERT naik 1,78 persen, ditopang dan yang menguat lebih dari 7 persen.
  • IDXCYCLIC melemah terdalam 0,72 persen, sementara IHSG naik 0,29 persen ke level 5.943.

Ipotnews - Sebanyak delapan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (14/10). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,76 persen, seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sebesar 0,29 persen ke level 5.943.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , penguatan IDXTECHNO mencapai 2,76 persen memimpin penguatan indeks sektoral. sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar kedua di sektor ini senilai Rp43,9 triliun, harga sahamnya melonjak 11,35 persen ke level 314. Namun, dengan market cap terbesar di sektor teknologi senilai Rp460 triliun, harga sahamnya justru terkoreksi 0,12 persen ke level 193.025.
Adapun sebagai konstituen IDXTECHNO dengan kapitalisasi pasar senilai Rp31,9 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 3,7 persen ke level 28. Saham-saham di sektor ini yang membukukan kenaikan harga paling tinggi adalah yang mengalami ARA (+34,7%) dan juga meraih ARA (+9,8%).
Berikutnya, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 1,78 persen. Sayangnya, hari ini sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini seniali Rp119 triliun, kembali tidak mengalami perubahan harga atau tertahan di level 12.000. Sementara itu, sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp92,7 triliun, harga sahamnya melejit 7,14 persen ke level 5.100.
yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga di indeks sektor properti dan real estat senilai Rp21,4 triliun, mengalami lonjakan harga saham sebesar 7,39 persen ke level 3.780. Tiga saham di sektor ini yang mengalami peningkatan harga paling signifikan, yakni (+17,3%) yang kemudian diikuti dan .
Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) meningkat 0,41 persen, dengan kenaikan harga paling tajam terjadi pada saham (+6,1%) dan (+5,5%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) ditutup menguat 0,37 persen, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada (+2,3%) dan (+2,1%).
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mengalami kenaikan 0,29 persen, dengan peningkatan harga saham paling tinggi terjadi pada (+6,9%) dan (+5,6%). Lalu diikuti indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang menguat 0,22 persen, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada saham (+10,5%) dan (+9%).
Kemudian, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) tercatat meningkat 0,06 persen, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada (+6,5%) dan (+6,5%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menguat tipis 0,05 persen, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada saham (+11,8%) dan (+9,2%).
Sebaliknya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpantau menurun 0,19 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham (-9%) dan (-4,5%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) merosot 0,59 persen, dengan pelemahan paling signifikan terjadi pada saham (-10,7%) dan (-8,7%).
Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) menjadi indeks sektoral dengan kinerja terburuk, yakni melorot 0,72 persen. Namun demikian, sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp25,9 triliun, harga sahamnya berhasil melonjak 8,68 persen ke level 1.565. Sedangkan, sebagai pemilik maket cap terbesar kedua senilai Rp24,7 triliun, mencatatkan koreksi harga saham sebesar 1,14 persen ke level 13.000.
Lalu, sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXCYCLIC senilai Rp22,2 triliun, harga sahamnya tercatat anjlok 6,43 persen ke level 131. Dua saham di sektor ini yang mengalami penurunan harga paling dalam adalah (-12,3%) dan (-7,2%).
(Budi/AI)

Sumber : admin
An error occurred.