- IDXTRANS paling tertekan, anjlok 1,56 persen, saat IHSG longsor 0,32 persen ke 5.990.
- Mayoritas indeks sektoral melemah, dengan IDXINDUST menurun 1,12 persen.
- IDXENERGY satu-satunya yang menguat, naik 0,3 persen, ditopang dan .
Ipotnews - Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada penutupan Sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10), yakni anjlok 1,56 persen, di saat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup longsor 0,32 persen ke level 5.990.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , yang merupakan emiten dengan market cap terbesar di IDXTRANS senilai Rp20,3 triliun, harga sahamnya melorot 5,66 persen ke level 50. Lalu, sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp6,73 triliun, sahamnya merosot 2,48 persen ke 118. Saham yang mencatatkan koreksi paling dalam di sektor ini adalah (-8,3%) dan (-7,7%).
Berikutnya, indeks sektor industri (IDXINDUST) tersungkur 1,12 persen pada penutupan Sesi I perdagangan hari ini. Namun, sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp186 triliun, harga sahamnya justru melejit 2 persen ke level 4.600. Sementara itu, sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp97,2 triliun, mengalami koreksi harga saham sebesar 1,04 persen ke level 26.075.
Adapun yang merupakan emiten dengan market cap terbesar ketiga di IDXINDUST senilai Rp73,5 triliun, harga sahamnya tercatat melorot 1,47 persen ke level 1.340. Saham-saham di sektor ini yang mengalami pelemahan paling besar terjadi pada yang mencatatkan ARB (-14,9%) dan (-6,8%).
Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) anjlok 1,11 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham (-8,3%) dan (-3,9%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melorot 0,71 persen, dengan pelemahan paling besar terjadi pada saham yang mengalami ARB (-15%) dan (-10,6%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) merosot 0,57 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham yang mencatatkan ARB (-14,3%) dan (-6,7%). Disusul indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) yang melemah 0,54 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham (-9,7%) dan (-6,5%).
Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terkoreksi 0,4 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham (-11,1%) dan (-10,3%). Indeks sektor barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) menurun 0,18 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham yang mengalami ARB (-14,7%) dan (-9%).
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,13 persen, dengan koreksi terdalam terjadi pada saham (-10,7%) dan (-10%). Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menurun terbatas 0,11 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham (-4%) dan (-3,4%).
Berbeda dengan mayoritas indeks sektoral tersebut, indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi satu-satunya yang menguat, yakni melejit 0,3 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp391 triliun, harga sahamnya menguat 0,86 persen ke level 11.750. Lalu, dengan market cap Rp88,7 triliun, harga sahamnya tercatat meningkat 2,24 persen ke level 11.400.
Sementara itu, sebagai konstituen IDXENERGY dengan market cap sebesar Rp69,9 triliun, harga sahamnya menguat 0,83 persen ke level 2.430. Adapun dua saham di sektor ini yang mengalami kenaikan harga saham paling tinggi adalah yang mengalami ARA (+9,7%) dan (+9%).
(Budi/AI)
Sumber : admin