- Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Jumat karena aksi jual di sektor teknologi global, sementara saham Zalando anjlok setelah regulator Jerman menyelidiki laporan keuangan perusahaan.
- Kekhawatiran terhadap lonjakan harga chip memori akibat tingginya permintaan AI menekan saham-saham teknologi Eropa, termasuk Infineon, STMicroelectronics, ASML , Ericsson, dan Nokia.
- Di tengah pelemahan pasar, saham Volkswagen naik 3,9% setelah muncul laporan rencana efisiensi besar-besaran, sedangkan Wise melonjak 9,6% berkat pertumbuhan pelanggan dan program buyback senilai US$500 juta.
Ipotnews - Saham-saham Eropa mundur dari rekor tertinggi pada Jumat (26/6) akhir pekan ini, dengan sektor teknologi mengikuti pelemahan sektor serupa di pasar global. Sementara itu, saham Zalando turun setelah regulator keuangan Jerman meluncurkan penyelidikan terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut.
Indeks acuan saham Eropa, STOXX 600 ditutup turun 0,7%, namun masih berhasil membukukan kenaikan tipis sepanjang pekan. Indeks pasar saham utama Eropa terguling di zona merah. Indeks FTSE 100 Inggris drop 0,21%. Indeks DAX Jerman turun 1,29% dan Indeks CAC40 Prancis tergelincir 0,55%.
Saham Zalando merosot 6,3% setelah BaFin meluncurkan penyelidikan terhadap laporan keuangan peritel fesyen daring tersebut untuk tahun buku 2025, dengan alasan adanya indikasi bahwa perusahaan melanggar ketentuan akuntansi. Sektor ritel secara keseluruhan turun 1,6%.
Sementara itu, ketidakpastian di sektor teknologi global masih berlanjut, dengan investor menyoroti lonjakan harga chip memori akibat tingginya permintaan yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI). Bursa saham Asia jatuh tajam semalam, sementara indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi di Wall Street bergerak fluktuatif antara zona positif dan negatif.
"Narasi mengenai AI di pasar saat ini benar-benar berubah-ubah, mulai dari pertanyaan mengenai tingkat pengembalian investasi (ROI) dari belanja AI hingga euforia terhadap besarnya investasi AI," kata Richard Reyle, Chief Investment Officer Questar Capital Partners.
"Narasi yang saling bertentangan ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam proses memilih perusahaan-perusahaan yang akan menjadi pemenang dan yang akan menjadi kalah di sektor ini, dan proses tersebut membutuhkan waktu."
Di Eropa, sektor teknologi turun 1,2%. Produsen chip Infineon dan STMicroelectronics masing-masing melemah 4,5%. Sementara itu, produsen peralatan semikonduktor BE Semiconductor dan ASML masing-masing turun 2,2% dan 1%. Produsen peralatan AI Schneider Electric melemah 1,3%. Perusahaan telekomunikasi Ericsson dan Nokia juga masing-masing turun 1,7% dan 6,5%.
Indeks acuan STOXX 600 masih mencatat kenaikan tipis sepanjang pekan, seiring meredanya kekhawatiran terhadap pasokan minyak setelah pembukaan kembali sebagian Selat Hormuz yang membantu mendorong harga minyak Brent kembali ke level sebelum konflik. Selain itu, porsi saham teknologi yang lebih kecil di Eropa turut membantu membatasi pelemahan pasar saham kawasan tersebut.
Indeks teknologi STOXX kini mengungguli sektor teknologi S&P 500 secara tahunan, bulanan, maupun kuartalan, antara lain karena indeks Wall Street tersebut memiliki eksposur yang lebih besar terhadap perusahaan-perusahaan perangkat lunak.
Inflasi Amerika Serikat menembus level 4% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Mei, sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun LSEG , para pelaku pasar memperkirakan Bank Sentral Eropa masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi sebelum akhir tahun.
Di sisi lain, saham produsen otomotif Volkswagen naik 3,9% setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa perusahaan tersebut berencana memangkas hingga 100.000 pekerja dalam beberapa tahun ke depan.
Saham Wise yang tercatat di Bursa London melonjak 9,6% setelah perusahaan jasa transfer uang tersebut melaporkan pertumbuhan jumlah pelanggan yang kuat dan mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai US$500 juta.
(reuters)
Sumber : admin