- STOXX 600 turun 0,22% ke 656,41, tertekan ketegangan AS-Iran.
- Pasar fokus pada kebijakan bank sentral, dengan peluang kenaikan suku bunga ECB September 84%.
- Argenx melonjak 17%, sedangkan SIG Group anjlok 16,2%.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melemah untuk sesi keempat berturut-turut, Senin, seiring meredanya reli yang sebelumnya didorong laporan keuangan perusahaan dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,22% atau 1,45 poin menjadi 656,41, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Senin (17/8) atau Selasa (18/8) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga bertimbangan. Indeks DAX Jerman melemah 0,38% atau 101,70 poin jadi 26.338,61, FTSE 100 Inggris menyusut 0,28% atau 29,81 poin ke posisi 10.720,30 dan CAC Prancis berkurang 0,66% atau 57,20 poin menjadi 8.579,60.
Setelah musim laporan keuangan Eropa yang relatif kuat mulai berlalu dan ekspektasi laba kuartal II terus meningkat, perhatian investor kembali tertuju pada perkembangan ekonomi makro dan geopolitik sebagai katalis utama pasar berikutnya.
Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan, Jumat, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserveakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan depan. Di sisi lain, pasar uang kini memperkirakan peluang sekitar 84% Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, berdasarkan data LSEG .
"Dengan data Amerika yang mulai melemah sementara data Eropa tetap relatif kuat, fokus semakin bergeser ke keputusan bank sentral pada September," kata Andrea Cicione, Kepala Riset TS Lombard.
Untuk prospek jangka panjang, Goldman Sachs menaikkan target STOXX 600 dalam 12 bulan menjadi 695 poin dari sebelumnya 660 poin. Target tersebut mencerminkan potensi lonjakan sekitar 5,5% dari level saat ini, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap tangguh dan kinerja laba perusahaan yang kuat.
Maximilian Kunkel, Chief Investment Officer Global Family and Institutional Wealth UBS, mengatakan pertumbuhan laba mulai menunjukkan akselerasi yang kuat, bahkan di luar sektor energi. Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lagi semata-mata berasal dari disiplin biaya untuk menjaga margin, tetapi juga mulai didorong oleh peningkatan pendapatan dan leverage operasional.
Sementara itu, harga minyak bertahan di level tinggi karena belum terlihat kemajuan dalam perundingan antara Amerika dan Iran. Seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran telah memutuskan untuk mengambil langkah ofensif menyusul kebuntuan dalam upaya mengakhiri perang.
Dari sisi sektoral, saham barang pribadi dan rumah tangga menjadi salah satu penekan utama STOXX 600 dengan penurunan 2,3%. Sektor makanan dan minuman juga merosot 2,3%, dengan saham Diageo anjlok 3,4%. Produsen minuman beralkohol tersebut sepakat memformulasikan ulang sejumlah produknya di India, menurut dua sumber pemerintah kepada Reuters.
Saham sektor barang mewah melorot 2%. Saham Kering, pemilik Gucci, ambles 4,3%, sedangkan LVMH Mot Hennessy Louis Vuitton terkoreksi 2,7%.
Penurunan indeks tertahan oleh sektor sumber daya dasar yang naik 0,7% mengikuti penguatan harga logam mulia. Saham kesehatan juga menguat 0,8% dan menjadi sektor dengan kinerja terbaik pada perdagangan tersebut.
Di antara saham individual, perusahaan farmasi Belgia-Belanda, Argenx, menjadi penguat terbesar dalam STOXX 600 dengan lompatan 17% setelah obat yang dikembangkannya mencapai target dalam studi untuk penyakit myositis autoimun.
Accelleron melesat 6% setelah Berenberg menaikkan rekomendasi saham produsen turbocharger asal Swiss tersebut menjadi "buy" dari "hold", dengan alasan prospek pertumbuhan jangka menengah yang lebih kuat.
Sebaliknya, SIG Group ambles 16,2% dan menjadi saham dengan kinerja terburuk dalam STOXX 600. Penurunan terjadi setelah perusahaan kemasan kertas asal Swiss itu menunjuk CFO Ann-Kristin Erkens sebagai CEO, menggantikan Mikko Keto yang baru menjabat kurang dari enam bulan. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin