STOXX 600 Cetak Rekor Tertinggi Baru, Saham Teknologi dan Laba Emiten Angkat Bursa Eropa
Wednesday, August 05, 2026       03:28 WIB
  • STOXX 600 ditutup di rekor tertinggi, naik 0,73% ke 656,86.
  • Sektor teknologi memimpin penguatan, ditopang saham chip.
  • Saham Lufthansa dan Zalando anjlok usai laporan kinerja.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mencetak level penutupan tertinggi sepanjang masa, Selasa, didorong kenaikan saham teknologi dan serangkaian laporan keuangan emiten yang memperkuat optimisme investor terhadap prospek dunia usaha. Pelemahan harga minyak yang berlanjut juga turut menopang sentimen pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,73 persen atau 4,77 poin menjadi 656,86, melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang dibukukan pada awal Juli, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Selasa (4/8) atau Rabu (5/8) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga menghijau. Indeks DAX Jerman meningkat 0,77 persen atau 201,04 poin jadi 26.202,35, FTSE 100 Inggris naik 0,20 persen atau 21,68 poin ke posisi 10.879,38 dan CAC Prancis bertambah 0,61 persen atau 52,81 poin menjadi 8.666,63.
Investment Strategist Saxo Bank, Ruben Dalfovo, mengatakan indeks utama Eropa bergerak di sekitar level tertinggi sepanjang masa sejak akhir bulan lalu. Menurutnya, tren kenaikan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir terutama ditopang oleh pertumbuhan laba perusahaan yang terus membaik.
Memasuki puncak musim laporan keuangan, pelaku pasar mencermati kinerja emiten untuk memperoleh gambaran mengenai prospek bisnis di kawasan Eropa pada sisa tahun ini.
Saham Bayer melonjak 2,4 persen setelah raksasa farmasi asal Jerman itu melaporkan laba operasional kuartalan yang secara tak terduga melompat 1,9 persen.
Sementara itu, saham HSBC , bank terbesar di Eropa, turun tipis 0,8 persen setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi baru. Penurunan terjadi meski HSBC membukukan laba semester pertama yang melampaui ekspektasi analis dan menaikkan target pendapatan bunga bersih (net interest income).
Menurut Dalfovo, laporan keuangan HSBC sebenarnya sangat solid. Namun, kenaikan harga saham yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir membuat ekspektasi investor begitu tinggi sehingga laporan tersebut gagal memberikan kejutan positif bagi pasar.
Sektor teknologi menjadi salah satu motor utama penguatan dengan kenaikan 2,8 persen. Saham BE Semiconductor melesat 8,1 persen setelah Berenberg menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi "buy", dengan alasan pelemahan harga sebelumnya menciptakan peluang investasi yang menarik.
Penguatan juga terjadi pada saham semikonduktor lainnya. Soitec memimpin kenaikan dengan lonjakan 9,9 persen, sementara Aixtron, ASML , dan Infineon masing-masing meningkat antara 2,6 persen hingga 3,7 persen.
Dalam beberapa pekan terakhir, saham produsen chip global bergerak fluktuatif karena investor terus mengevaluasi apakah permintaan yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) mampu mempertahankan valuasi saham yang sudah berada di level tinggi.
Selain teknologi, pertambangan menjadi sektor dengan kinerja terbaik setelah melambung 3,6 persen seiring kenaikan harga logam di pasar internasional.
Sebaliknya, saham maskapai penerbangan Jerman Lufthansa merosot 8,2 persen setelah perusahaan memperingatkan bahwa laba operasional tahun ini berpotensi turun. Peringatan tersebut disampaikan setelah laba operasional kuartal kedua anjlok lebih dari 50 persen akibat meningkatnya biaya bahan bakar yang dipicu perang Iran.
Sektor energi juga kembali tertekan. Indeks sektor ini melorot 1,7 persen untuk hari kedua berturut-turut seiring harga minyak yang menyentuh level terendah dalam tiga pekan. Pelemahan harga minyak dipicu pernyataan Qatar yang menyebut mediator mencatat kemajuan dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Sejak perang pecah pada akhir Februari, pasar keuangan global terus bergerak di antara optimisme dan kekhawatiran. Sentimen investor berubah-ubah mengikuti perkembangan diplomasi karena hingga kini kedua pihak masih belum berhasil mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama.
Di sisi lain, saham peritel fesyen Zalando menjadi emiten dengan kinerja terburuk di STOXX 600 setelah ambles 13,4 persen. Perusahaan memperkirakan pendapatan dan pertumbuhan pada 2026 hanya akan berada di kisaran bawah dari proyeksi sebelumnya serta mempersempit target laba operasional yang telah disesuaikan. Sentimen tersebut turut menyeret sektor ritel Eropa yang ditutup melemah 0,7 persen. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin