S&P 500 dan Nasdaq Catat Rekor Baru, Pasar Hati-hati Jelang Pekan Penuh Katalis
Tuesday, April 28, 2026       04:21 WIB
  • Wall Street bergerak hati-hati, indeks utama cenderung datar dengan S&P 500 dan Nasdaq tetap cetak rekor tipis.
  • Investor menunggu laporan keuangan besar, data ekonomi, dan keputusan the Fed.
  • Sentimen dipengaruhi konflik Timur Tengah, meski saham teknologi seperti Nvidia menguat.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street bergerak hati-hati pada awal pekan, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis di tengah perdagangan yang cenderung lesu. Investor memilih bersikap wait and see menjelang pekan padat yang diisi rilis laporan keuangan emiten kakap, data ekonomi penting, keputusan kebijakan moneter bank sentral, serta perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Dalam sesi perdagangan Senin, ketiga indeks utama Amerika Serikat bergerak fluktuatif tanpa arah yang kuat setelah reli pekan sebelumnya. S&P 500 dan Nasdaq kembali mencatatkan rekor penutupan tertinggi, meski kenaikannya terbatas.
Indeks Dow Jones Industrial Average justru ditutup melemah 62,92 poin atau 0,13% menjadi 49.167,79, sementara S&P 500 naik 8,83 poin atau 0,12% ke posisi 7.173,91, dan Nasdaq Composite Index menguat 50,50 poin atau 0,20% jadi 24.887,10, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Senin (27/4) atau Selasa (28/4) pagi WIB.
Dari 11 sektor utama di S&P 500, layanan komunikasi mencatat penguatan terbesar, sementara barang konsumsi primer menjadi yang paling tertekan.
Menurut analis Dakota Wealth, Robert Pavlik, pasar saat ini sedang berusaha mencerna reli yang mendorong indeks ke level tertinggi sepanjang masa. Dia menilai investor masih mempertanyakan apakah kenaikan tersebut didukung fundamental yang cukup kuat.
Musim laporan keuangan kuartal pertama memasuki fase sibuk, dengan sejumlah perusahaan besar dijadwalkan merilis kinerja pekan ini. Perhatian utama tertuju pada lima raksasa teknologi yang tergabung dalam kelompok "Magnificent Seven", yakni Amazon, Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft.
Investor akan mencermati sejauh mana belanja besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) mulai memberikan hasil terhadap pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan tersebut.
Sejauh ini, dari 139 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang melaporkan kinerja, sekitar 81% berhasil melampaui ekspektasi analis. Pertumbuhan laba agregat S&P 500 diperkirakan mencapai 16,1% secara tahunan, meningkat dari estimasi sebelumnya sebesar 14,4% pada 1 April, berdasarkan data LSEG I/B/E/S.
Perusahaan yang akan merilis laporan keuangan pekan ini menyumbang sekitar 44% kapitalisasi pasar S&P 500, menurut Raymond James, menjadikan periode ini krusial bagi arah pasar.
"Prospeknya cukup bagus. Kami melihat pertumbuhan pendapatan sebesar 15%, dan saya akan mengklasifikasikan itu sebagai lingkungan yang sangat baik, kecuali jalannya menjadi jauh lebih berliku," tutur Pavlik, merujuk pada ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi geopolitik, upaya untuk melanjutkan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung. Presiden AS Donald Trump sebelumnya membatalkan rencana perjalanan para negosiator ke Islamabad untuk putaran perundingan lanjutan. Sementara itu, Iran masih membatasi pengiriman melalui Selat Hormuz dan menuntut pencabutan blokade AS sebagai syarat kelanjutan dialog.
Pasar juga menantikan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve yang dijadwalkan dimulai Selasa. Bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga, namun pernyataan lanjutan serta konferensi pers Chairman Fed Jerome Powell akan menjadi fokus utama investor untuk membaca arah kebijakan berikutnya, terutama di tengah dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi akibat perang.
Di antara pergerakan saham individu, Verizon melompat 1,5% setelah menaikkan proyeksi tahunan berkat pertumbuhan pelanggan yang lebih kuat dari perkiraan. Sebaliknya, Domino's Pizza anjlok 8,8% setelah gagal memenuhi ekspektasi penjualan kuartal pertama.
Saham Nvidia menjadi salah satu sorotan dengan lonjakan 4%, melanjutkan reli sebelumnya dan memperkuat valuasi perusahaan di atas USD5 triliun.
Jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,1 banding 1 di NYSE . Terdapat 336 saham yang mencapai harga tertinggi baru dan 47 saham yang mencapai harga terendah baru di NYSE .
Di Nasdaq, 2.189 saham menguat dan 2.499 saham melemah, di mana saham yang turun lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 1,14 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 17 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan sembilan rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 123 rekor tertinggi baru dan 92 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 15,59 miliar saham, dibandingkan rata-rata 18,28 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari terakhir. (Reuters/CNBC/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Nvidia Corporation (4,00%)
-Verizon Communications Inc (1,55%)
-American Express Company (1,52%)
Saham berkinerja terburuk
-McDonald's Corporation (-3,06%)
-Walmart Inc (-1,79%)
-International Business Machines (-1,69%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Albemarle Corp (5,97%)
-Micron Technology Inc (5,63%)
-FMC Corporation (4,57%)
Saham berkinerja terburuk
-Domino's Pizza Inc (-8,91%)
-Dollar Tree Inc (-5,54%)
-Corning Incorporated (-4,48%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
- AIOS Tech Inc (1.885,61%)
-C3is Inc (710,33%)
-Direct Digital Holdings Inc (301,64%)
Saham berkinerja terburuk
-American Rebel Holdings Inc (-82,97%)
-Chanson International Holding (-70,71%)
-Compass Therapeutics, Inc (-64,41%)

Sumber : Admin