Penguatan Rupiah Hari Ini Ditopang Komitmen Kuat Pemerintah Jaga Defisit Anggaran
Monday, June 29, 2026       10:52 WIB
  • Nilai tukar rupiah menguat ditopang pemotongan anggaran MBG untuk memperkuat fiskal.
  • Pemangkasan jumlah BUMN diyakini akan mengefisienkan APBN
  • Kuatnya keyakinan pemerintah sehingga menolak bantuan IMF, memperkuat kepercayaan pada fundamental ekonomi.

Ipotnews - Nilai tukar rupiah pagi ini, Senin (29/6), menguat cukup tajam di posisi Rp17.840 per dolar AS. Penguatan ini terjadi meski tekanan eksternal masih tinggi akibat konflik di Timur Tengah dan memanasnya perang dagang. Sentimen positif datang dari langkah pemerintah memperbaiki kebijakan internal, khususnya komitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) tetap di bawah 3 persen.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pemangkasan anggaran program unggulan MBG (Makan Bergizi Gratis) dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun menjadi sinyal kuat konsolidasi fiskal. "Pemotongan anggaran sebesar Rp50 triliun ini menunjukkan pemerintah serius memperkuat kondisi keuangan negara," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6).
Selain itu, restrukturisasi badan usaha milik negara ( BUMN ) juga dinilai sebagai langkah strategis. Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan akan memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi hanya sekitar 250 perusahaan. Pemangkasan jumlah BUMN ini bertujuan mengurangi beban anggaran yang besar, sekaligus meningkatkan efisiensi.
"Ini juga menjadi salah satu yang akan mempengaruhi defisit anggaran. Artinya pemerintah ini benar-benar serius bahwa defisit APBN itu harus dijaga di bawah 3 persen," ulasnya.
Faktor ketiga adalah penolakan pemerintah terhadap tawaran bantuan IMF (International Monetary Fund) senilai USD30 miliar. Menurut Ibrahim, keputusan ini memperkuat kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Dengan kombinasi tiga kebijakan tersebut, rupiah mampu menguat meski Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terpantau masih mengalami tekanan pada hari ini.
"Penolakan IMF menjadi sentimen positif, karena pemerintah menunjukkan keyakinan pada pertumbuhan ekonomi yang masih solid di kisaran 5,61 persen," tegasnya.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin

berita terbaru
Monday, Jun 29, 2026 - 23:30 WIB
AI Report - Surat Menyurat Bursa (PTPW)
Monday, Jun 29, 2026 - 23:30 WIB
AI Report - Surat Menyurat Bursa (GOLL)
Monday, Jun 29, 2026 - 23:20 WIB
AI Report - Surat Menyurat Bursa (JMAS)
Monday, Jun 29, 2026 - 23:20 WIB
AI Report - Surat Menyurat Bursa (VISI)
Monday, Jun 29, 2026 - 23:20 WIB
AI Report - Surat Menyurat Bursa (DIGI)
Monday, Jun 29, 2026 - 23:20 WIB
AI Report - Surat Menyurat Bursa (BULL)
Monday, Jun 29, 2026 - 23:00 WIB
AI Report - Surat Menyurat Bursa (HUMI)