Pasar Cermati Kesepakatan AS–Venezuela dan Data Makro, Bursa Eropa Mendatar
Thursday, January 08, 2026       03:23 WIB
  • Bursa Eropa stagnan, STOXX 600 turun tipis setelah reli rekor, di tengah kehati-hatian terhadap isu AS-Venezuela dan data ekonomi.
  • Kesepakatan impor minyak Venezuela menekan harga minyak dan saham energi, sementara inflasi zona euro yang melambat menopang sektor properti.
  • Pasar bergerak variatif; perbankan melemah, Thales melonjak, sedangkan ASML dan Nestl turun.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa relatif flat, Rabu, mengakhiri rangkaian penutupan di level rekor, karena investor menahan diri untuk mencermati perkembangan terbaru hubungan Amerika Serikat dan Venezuela serta mencermati rilis data ekonomi terbaru.
Meski pasar secara umum cenderung mengabaikan peningkatan risiko geopolitik belakangan ini, kehati-hatian kembali muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk mengimpor minyak mentah Venezuela senilai USD2 miliar. Kesepakatan tersebut diperkirakan meningkatkan pasokan global, sehingga menekan harga minyak.
Harga minyak langsung terjerembab setelah pernyataan tersebut. Di London, saham raksasa energi seperti Shell dan BP masing-masing merosot lebih dari 3%, menyeret subindeks sektor energi Eropa jatuh 2,2%.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun tipis 0,05% atau 0,29 poin menjadi 604,99, sehari setelah mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (7/1) atau Kamis (8/1) dini hari WIB.
Analis City Index, Fiona Cincotta, mengatakan pasar saat ini tengah mengalami jeda setelah reli yang kuat. Menurutnya, investor masih menimbang perkembangan geopolitik yang ada, dengan munculnya unsur kehati-hatian terkait potensi langkah lanjutan yang mungkin diambil Presiden Trump.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh derasnya aliran data ekonomi. Inflasi zona euro melambat ke level 2% pada bulan lalu, menutup satu tahun yang relatif jinak bagi tekanan harga di kawasan tersebut. Hal ini terjadi di tengah perdebatan investor mengenai dampak tertunda dari tarif Amerika, stimulus ekonomi Jerman, serta ketegangan geopolitik yang kembali meningkat.
Data inflasi yang lebih rendah tersebut mendorong penguatan saham yang sensitif terhadap suku bunga. Sektor properti dan konstruksi menjadi kontributor terbesar bagi indeks acuan, karena lingkungan suku bunga yang lebih rendah membantu menekan biaya pinjaman dan mempermudah pembiayaan pembelian aset.
Sebaliknya, sektor perbankan menjadi penekan utama pasar dengan penurunan 1,7%.
Dari Amerika Serikat, investor juga mencermati data ketenagakerjaan. Jumlah lowongan pekerjaan turun lebih besar dari perkiraan pada November setelah sempat naik tipis pada Oktober. Laporan terpisah dari ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta melambat pada Desember.
Di Eropa, tingkat pengangguran Jerman naik lebih kecil dari perkiraan sepanjang Desember, sementara penjualan ritel kawasan euro pada November justru turun secara tak terduga.
Indeks DAX Jerman ditutup menguat 0,92% atau 230,06 poin menjadi 25.122,26, sedangkan indeks di Spanyol dan Italia masing-masing turun 0,29% dan 0,43%. Ketiga pasar tersebut mencatatkan rekor tertinggi sehari sebelumnya.
Di Prancis, data menunjukkan kepercayaan konsumen meningkat pada Desember. Indeks CAC 40 ditutup nyaris tidak berubah, turun 0,04% atau 3,51 poin ke posisi 8.233,92. Sedangkan FTSE 100 Inggris menyusut 0,74% atau 74,52 poin jadi 10.048,21.
Pada level saham individual, Thales melesat ke posisi tertinggi dalam lebih dari dua bulan setelah Covivio dan Blue Owl Capital sepakat mengakuisisi sejumlah lokasi milik perusahaan pertahanan Prancis tersebut dengan nilai sekitar 500 juta euro. Saham Thales ditutup melonjak 8,3%.
Sementara itu, saham produsen peralatan semikonduktor ASML melorot hampir 1%, mengakhiri reli enam hari berturut-turut, merupakan yang terpanjang sejak November.
Nestl anjlok 2,1% setelah pialang Jefferies dan Bernstein menurunkan target harga saham perusahaan tersebut. Penurunan ini terjadi sehari setelah Nestl mengumumkan penarikan kembali sejumlah batch produk nutrisi bayi karena potensi kontaminasi toksin yang dapat menyebabkan mual dan muntah. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin