- IHSG melemah 1,11% ke level 6.377 pada sesi pagi, dengan net sell asing Rp689,3 miliar, mengakhiri tren positif dua hari terakhir.
- Sektor energi tertekan paling dalam (-2,62%), sementara sektor properti menjadi satu-satunya yang menguat (+0,66%).
- Pasar menanti pengumuman suku bunga BI dan arah kebijakan fiskal RAPBN 2027, dengan fokus hilirisasi dan energi terbarukan sebagai prioritas.
Ipotnews - IHSG dibuka melemah hari ini, Rabu (19/8), di level 6.408 atau turun 41 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang menguat 0,75 persen di level 6.449 dengan disertai net sell asing sebesar Rp689,3 miliar. Pelemahan ini menjeda catatan positif dua hari perdagangan terakhir.
Kemudian pada pukul 09.05 indeks melemah semakin dalam sebesar 1,11 persen atau 71 poin ke level 6.377 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.414 serta terendah di level 6.373 yang tetap di zona merah.
Sebanyak 162 emiten yang bergerak menguat, 331 emiten melemah dan 470 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 173,5 ribu kali dengan nilai Rp933,3 miliar serta kapitalisasi pasar mencapai Rp11,20 triliun.
Seluruh sektor melemah kecuali properti yang menguat 0,66 persen ke level 832. Untuk sektor yang terkoreksi yaitu teknologi -0,60 persen menjadi 6.917, kesehatan -0,34 persen menjadi 1.532, transportasi -0,54 persen menjadi 1.794, konsumer primer -1,18 persen menjadi 933.
Kemudian sektor industri -0,42 persen menjadi 1.554, energi -2,62 persen menjadi 3.125, keuangan -0,07 persen ke level 1.351, sektor bahan baku -1,17 persen ke level 1.737, infrastruktur -0,99 persen menjadi 1.879 dan konsumer non primer -0,76 persen menjadi 700.
David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) menyatakan di pasar regional Asia hari ini mayoritas dibuka melemah. Sebelumnya IHSG sudah melemah terlebih dahulu sejak awal 2026 meski kemarin dan beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. Di Indeks Wallstreet juga kemarin ditutup melemah dipicu oleh tekanan dari lonjakan imbal hasil obligasi.
"Meski melemah secara year to date, IHSG masih menarik untuk diperhatikan namun kita lihat saja nanti apakah IHSG juga akan terseret dengan indeks lainnya," kata David dalam Live IPOT via IG.
Dari pasar domestik, hari ini Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan tingkat suku bunga acuannya yang akan ditunggu oleh pelaku pasar. Di sisi lain dalam RAPBN 2027, pemerintah mengumumkan bahwa hilirisasi akan terus digenjot dan sektor Energi Terbarukan juga menjadi prioritas sehingga dua sektor ini akan diuntungkan.
Terkait harga komoditas dunia menunjukkan adanya kenaikan. Harga minyak mentah menguat 0,52 persen ke level USD84,94 per barel, emas turun 1,85 persen menjadi USD4.334 per troy ounce, dan batubara terapresiasi tipis 0,36 persen ke USD129,75 per metrik ton.
Ia merekomendasikan tiga saham pilihan yaitu :
strategi Buy (Entry 2.570 Target 2.750 Stop loss 2.490)
strategi Buy (Entry 800 Target 875 Stop loss 765)
strategi Buy (Entry 630 Target 685 Stop loss 610).(Marjudin/AI)
Sumber : Admin