Kesepakatan Dagang AS-UE Tuai Respons Variatif, Bursa Ekuitas Eropa Tersungkur
Tuesday, July 29, 2025       03:20 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berbalik melemah dari level tertinggi empat bulan dan mengakhiri sesi yang bergejolak dengan sedikit penurunan, Senin, karena investor mempertimbangkan implikasi dari perjanjian kerangka kerja perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 melonjak hingga 1%, menyentuh level tertinggi empat bulan, didorong kelegaan bahwa negosiasi yang berlarut-larut menghasilkan kesepakatan yang menyatakan tarif AS sebesar 15% akan dikenakan pada sebagian besar barang UE - penurunan yang signifikan dari ancaman tarif 30% sebelumnya.
Namun, Indeks STOXX 600 ditutup melemah 0,22% atau 1,19 poin menjadi 548,76, karena kesepakatan tersebut memupus harapan akan perjanjian zero-for-zero dan rata-rata tarif tahun lalu sekitar 2,5%, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (28/7) atau Selasa (29/7) dini hari WIB.
"Meski tarif 15% untuk sebagian besar ekspor Uni Eropa lebih rendah daripada ancaman bea masuk 30%, itu tetap merupakan lonjakan tajam dari level sebelum 2025 ketika banyak barang dikenakan tarif di bawah 3%, dan kemungkinan akan menambah tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang," ujar Lale Akoner, analis eToro.
Bursa regional utama juga berguguran. Di Jerman, Indeks DAX ditutup merosot 1,02% atau 247,14 poin menjadi 23.970,36, FTSE 100 Inggris kehilangan 0,43% atau 38,87 poin jadi 9.081,44, dan CAC Prancis berkurang 0,43% atau 33,70 poin menjadi 7.800,88.
Saham terkait otomotif termasuk di antara sektor dengan kinerja terburuk dengan penurunan 1,7%. Tarif dasar ini menurunkan pungutan untuk industri otomotif dari 27,5% sebelumnya.
Saham minuman beralkohol, Pernod Ricard dan Anheuser-Busch inBev, masing-masing anjlok 3,5% dan 3,6%, karena kesepakatan dagang tidak memuat keputusan apa pun terkait sektor minuman beralkohol.
Heineken mencatat kejatuhan paling tajam dalam indeks acuan, ambles 8,5%, setelah pabrikan bir asal Belanda tersebut menyatakan sedang mempertimbangkan semua opsi untuk menghadapi tantangan tarif yang semakin besar dalam jangka panjang, termasuk pengalihan manufaktur.
Kesepakatan tersebut juga menyatakan negara-negara anggota Uni Eropa akan membeli peralatan militer Amerika, tanpa menyebutkan jumlahnya. Sektor pertahanan STOXX ditutup melorot 1,3%.
Indeks acuan STOXX melambung sekitar 19% sejak guncangan awal setelah Trump mengancam tarif pada April. Saat ini, indeks tersebut berada dalam kisaran 2,5% dari rekor tertingginya pada Maret.
"Kami sebenarnya netral terhadap saham AS dan Eropa, tetapi dalam jangka pendek jika kami harus berpikir hingga akhir tahun, kami justru lebih positif terhadap saham AS dibandingkan Eropa," kata Anthi Tsouvali, analis UBS Wealth.
Di sisi lain, saham sektor energi melesat 1,1%, karena harga minyak terdongkrak pasca kesepakatan dagang tersebut.
Saham teknologi naik 0,6% karena ASML , pemasok peralatan pembuat chip komputer terbesar di dunia, melejit 4,9% di tengah ekspektasi sektor tersebut mungkin dibebaskan dari tarif. Sektor kesehatan juga sedikit lebih tinggi.
Pekan ini, investor menghadapi beberapa peristiwa yang menggerakkan pasar, termasuk keputusan kebijakan dari Federal Reserve dan Bank of Japan, laporan keuangan dari perusahaan teknologi "Magnificent Seven" seperti Apple dan Microsoft, dan batas waktu penerapan tarif 1 Agustus. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini