Investor Pantau Proposal Damai Iran, Bursa Saham Eropa Menguat Tipis
Wednesday, May 20, 2026       03:30 WIB
  • Bursa Eropa naik tipis usai AS tunda serangan ke Iran.
  • Harga minyak tinggi masih picu kekhawatiran inflasi.
  • Saham defensif menguat, teknologi melemah.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa menguat tipis, Selasa, setelah investor menyambut kabar bahwa Amerika Serikat menunda rencana serangan terhadap Iran dan mulai mempertimbangkan peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Meski demikian, kekhawatiran terhadap inflasi global membuat imbal hasil obligasi tetap bertahan di level tinggi.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa proposal perdamaian terbaru dari Teheran mencakup penghentian permusuhan di seluruh kawasan, penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah dekat Iran, serta tuntutan kompensasi atas kerusakan akibat perang antara AS-Israel dan Iran.
Harga minyak Brent bergerak sangat fluktuatif sepanjang perdagangan sebelum akhirnya merosot sekitar 1 persen. Meski demikian, harga minyak masih bertengger di atas level USD100 per barel, mempertahankan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi energi.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,19 persen atau 1,17 poin menjadi 611,34 poin, namun masih bergerak di bawah level sebelum pecahnya perang, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Selasa (19/5) atau Rabu (20/5) dini hari WIB.
Kinerja pasar Eropa juga masih tertinggal dibanding bursa global lainnya karena ketergantungan kawasan terhadap impor energi serta minimnya eksposur terhadap saham perangkat keras kecerdasan buatan yang menjadi motor penguatan market global.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman menguat 0,38 persen atau 92,73 poin jadi 24.400,65 dan FTSE 100 Inggris naik 0,07 persen atau 6,80 poin ke posisi 10.330,55, sedangkan CAC Prancis turun 0,07 persen atau 5,73 poin menjadi 7.981,76.
Pasar obligasi mulai stabil setelah aksi jual tajam dalam beberapa sesi terakhir. Namun di Eropa, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman masih berada di dekat level tertinggi dalam 15 tahun terakhir karena pelaku pasar memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lagi sebelum akhir 2026.
Analis Capital.com, Daniela Hathorn, mengatakan pasar saat ini masih berada dalam tarik-menarik antara fundamental ekonomi yang relatif kuat dan meningkatnya risiko makroekonomi. Menurutnya, nada pasar dalam 24 jam terakhir terlihat jauh lebih berhati-hati.
Dia menambahkan, kenaikan imbal hasil obligasi mencerminkan kekhawatiran bahwa tingginya harga energi dapat membuat inflasi tetap sulit turun sehingga memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Sentimen hati-hati tersebut mendorong investor masuk ke sektor defensif yang dinilai lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi. Indeks sektor makanan dan minuman serta layanan kesehatan masing-masing melonjak lebih dari 1,5 persen dan menjadi pemimpin penguatan sektoral.
Perhatian pasar global kini juga tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis Rabu. Kinerja perusahaan chip tersebut dinilai dapat menjadi ujian penting bagi reli saham berbasis kecerdasan buatan yang selama beberapa pekan terakhir mendorong penguatan pasar dunia.
Di Eropa, saham sektor semikonduktor melemah setelah sebelumnya menguat tajam. Saham Infineon melorot lebih dari 2,5 persen, sementara berkurang lebih dari 1 persen.
Sebaliknya, saham perangkat lunak mencatat kenaikan signifikan. SAP melambung 6 persen dan Dassault Systmes melompat 2,8 persen.
Saham perusahaan teknologi Swedia Lagercrantz melesat 8,2 persen setelah membukukan laba kuartal keempat yang melampaui ekspektasi pasar.
Di sektor pertahanan, saham Saab menguat 4,4 persen setelah Swedia dilaporkan akan membeli fregat angkatan laut dari Prancis senilai lebih dari USD4 miliar yang akan menggunakan sistem persenjataan perusahaan tersebut. Saham perusahaan pertahanan Jerman Hensoldt dan Rheinmetall masing-masing melejit 8,2 persen dan 3 persen.
Sementara itu, saham Vallourec anjlok 7,9 persen setelah ArcelorMittal menjual 10 persen kepemilikannya di perusahaan produsen pipa baja asal Prancis tersebut dengan harga diskon.
Di sisi perdagangan internasional, negosiator Uni Eropa dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk menghapus bea masuk terhadap sejumlah produk Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan dagang dengan Washington. Langkah itu dilakukan untuk mencegah Presiden Donald Trump merealisasikan ancamannya menaikkan tarif perdagangan. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

berita terbaru
An error occurred.