- Hanya sektor properti (+1,51%) dan infrastruktur (+0,82%) yang menguat.
- Energi menjadi sektor terlemah, turun 1,35%.
- Sembilan sektor lainnya ditutup melemah.
Ipotnews - Kinerja sebelas indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak variatif pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (19/8), saat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melemah 0,6 persen ke level 6.411.
Berdasarkan data aplikasi IPOT , dari 11 indeks sektoral, hanya dua yang berhasil menguat, yakni indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) serta indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA). Sementara itu, sembilan indeks sektoral lainnya berakhir di zona merah.
IDXPROPERT menjadi indeks sektoral dengan penguatan tertinggi setelah melesat 1,51 persen. Penguatan ini turut ditopang sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXPROPERT senilai Rp132 triliun. Harga saham melonjak 0,95 persen ke level 13.350.
Sementara itu, yang memiliki market cap terbesar kedua di IDXPROPERT senilai Rp110 triliun, sahamnya menguat 0,41 persen ke level 6.100. Adapun dua saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah (+13,1%) dan (+10,2%).
IDXINFRA berada di posisi berikutnya dengan penguatan 0,82 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham (+10,9%) dan (+5,8%).
Di sisi lain, sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi indeks yang mengalami penurunan paling tipis, yakni 0,26 persen, dengan pelemahan terdalam pada saham (-6,7%) dan (-3%). Indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melemah 0,3 persen, dengan koreksi terbesar pada (-14%) dan (-7,5%).
Selanjutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) turun 0,44 persen, dengan pelemahan paling tajam pada saham (-7,7%) dan (-5,2%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terkoreksi 0,52 persen, dengan penurunan terdalam pada saham (-4,2%) dan (-4%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menyusut 0,55 persen, dengan penurunan terdalam pada saham (-7,8%) dan (-6,9%). Kemudian, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) melemah 0,6 persen, dengan koreksi terbesar pada (-4,6%) dan (-3,2%).
Adapun indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) merosot 0,72 persen, dengan penurunan paling dalam pada (-6,8%) dan (-6,8%). Tekanan lebih dalam terjadi pada indeks sektor barang baku (IDXBASIC) yang turun 0,86 persen, dengan koreksi paling signifikan terjadi pada saham (-9,4%) dan (-6,4%).
Indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks dengan penurunan terdalam setelah anjlok 1,35 persen. Penurunan IDXENERGY diikuti koreksi saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor tersebut, yakni . Dengan market cap senilai Rp535 triliun, harga saham merosot 6,95 persen ke posisi 16.075. Sementara itu, sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp185 triliun, juga terkoreksi 1,03 persen ke level 965. (Budi/AI)
Sumber : Admin