Indeks Dow Jones Tembus Rekor Baru, Saham Teknologi Pimpin Reli Wall Street
Tuesday, June 30, 2026       04:25 WIB
  • Wall Street menguat, dengan Dow ditutup di rekor tertinggi.
  • Reli didorong meredanya ketegangan AS-Iran dan bangkitnya saham teknologi.
  • Investor menanti musim laporan keuangan dan data tenaga kerja AS.

Ipotnews- Bursa ekuitas Wall Street melompat tajam, Senin, dengan Dow mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Penguatan dipicu meredanya kekhawatiran pasar terhadap ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta kebangkitan saham teknologi setelah mengalami aksi jual dalam beberapa waktu terakhir.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 306,63 poin atau 0,59 persen menjadi 52.182,74, sementara S&P 500 melonjak 86,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 7.440,43, sedangkan Nasdaq Composite Index melambung 522,53 poin atau 2,07 persen jadi 25.820,14, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Senin (29/6) atau Selasa (30/6).
Pelaku pasar mencermati perkembangan hubungan Amerika dan Iran setelah kedua negara kembali terlibat saling serang rudal sepanjang akhir pekan, yang sempat menguji ketahanan gencatan senjata sementara untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat bulan.
Meski demikian, kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni yang bertujuan mengakhiri konflik. Dalam kesepakatan tersebut, Amerika dan Iran sepakat menghentikan permusuhan serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Kepala Ekonom Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, mengatakan pasar tampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh kembali memanasnya ketegangan selama akhir pekan.
Menurutnya, perhatian investor kini lebih tertuju pada musim laporan keuangan kuartal kedua yang akan segera dimulai dan diperkirakan menjadi katalis utama bagi pergerakan pasar.
Sebagian besar emiten anggota indeks S&P 500 dijadwalkan mulai merilis laporan keuangan kuartal II setelah pertengahan Juli.
Layanan komunikasi menjadi penyumbang kenaikan terbesar di antara sektor dalam indeks S&P 500. Saham Comcast melesat 4,5 persen setelah perusahaan media dan televisi kabel tersebut mengumumkan rencana memisahkan bisnisnya menjadi dua perusahaan publik independen melalui spin-off bebas pajak atas NBCU niversal dan Sky.
Saham SpaceX juga melejit 7,2 persen setelah Nasdaq mengumumkan perusahaan yang baru melantai di bursa itu akan masuk ke dalam indeks Nasdaq-100 mulai 7 Juli. Sementara itu, induk Google, Alphabet, menguat 4,8 persen pada hari pertama perusahaan tersebut menjadi komponen indeks Dow Jones.
Cardillo menambahkan, praktik window dressing menjelang akhir kuartal juga kemungkinan turut mendorong penguatan pasar. Strategi ini dilakukan manajer investasi dengan membeli saham-saham tertentu agar komposisi portofolio terlihat lebih menarik pada akhir periode pelaporan.
Dalam beberapa pekan terakhir, saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI), termasuk produsen semikonduktor dan kelompok saham kapitalisasi besar Magnificent Seven, sempat tertekan akibat kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI. Namun pada perdagangan Senin, sektor teknologi informasi berhasil bangkit dengan kenaikan 1,7 persen.
RBC Capital Markets turut meningkatkan proyeksi indeks S&P 500 untuk 12 bulan ke depan menjadi 8.150 dari sebelumnya 7.900, didorong keyakinan terhadap kuatnya pertumbuhan laba perusahaan serta kondisi makroekonomi yang dinilai masih mendukung.
Investor juga menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat, dirilis Kamis, yang diperkirakan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,54 berbanding 1 di New York Stock Exchange ( NYSE ). Tercatat 272 saham membukukan level tertinggi baru dan 114 saham mencatat level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 3.017 saham menguat, sedangkan 1.919 saham melemah, sehingga rasio saham naik terhadap saham turun mencapai 1,57 berbanding 1.
Indeks S&P 500 tidak mencatat harga tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak ada harga terendah baru, begitu pula dengan Nasdaq Composite.
Volume transaksi di seluruh bursa Wall Street mencapai 20,15 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 23,50 miliar saham. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Caterpillar Inc (3,58%)
-Cisco Systems Inc (3,45%)
-Amazon.com Inc (3,18%)
Saham berkinerja terburuk
-Honeywell International Inc (-6,45%)
-Verizon Communications Inc (-5,24%)
-Unitedhealth Group (-1,89%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Corning Incorporated (15,68%)
-KLA Corporation (11,97%)
-Western Digital Corporation (11,15%)
Saham berkinerja terburuk
-Super Micro Computer Inc (-8,10%)
-Copart Inc (-8,02%)
-Celanese Corporation (-7,06%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Universe Pharmaceuticals Inc (311,49%)
-TNL Mediagene (106,97%)
-Sadot Group Inc (67,13%)
Saham berkinerja terburuk
-Farmmi Inc (-77,46%)
-Bluejay Diagnostics Inc (-51,54%)
-707 Cayman Holdings Ltd (-41,94%)

Sumber : Admin