IHSG Diproyeksikan Volatil Tinggi September 2026, Probabilitas Turun ke 6.750
Tuesday, September 01, 2026       15:37 WIB

AI News - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan akan mengalami volatilitas meningkat dan memiliki peluang 43% menembus level 6.750 pada September 2026, menurut riset Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas.

Poin Penting

  • Volatilitas IHSG September diprediksi lebih tinggi dibanding Agustus 2026.
  • Risiko utama berasal dari kebijakan moneter bank sentral utama pada pertengahan September.
  • Rata-rata return historis IHSG di bulan September selama 10 tahun terakhir tercatat minus 0,94 %.
  • Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada 5,75 %.
  • Defisit neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 sebesar USD 0,45 miliar.

Mengapa IHSG Diperkirakan Volatil dan Berpotensi Menurun di September 2026?


Menurut Kiwoom Sekuritas Indonesia, tekanan utama pada IHSG berasal dari kebijakan moneter global yang semakin hawkish, ketegangan geopolitik, serta penyesuaian indeks FTSE Russell. Pertemuan Bank Sentral Eropa pada 10 September, Federal Reserve pada 15-16 September, dan Bank of Japan pada 17-18 September menambah ketidakpastian, dengan CME FedWatch mencatat 34 % peluang kenaikan suku bunga The Fed di bulan tersebut. Selain itu, harga minyak mentah yang berfluktuasi di kisaran USD 83-90 per barel serta penguatan yen meningkatkan risiko keluar modal dari aset berisiko, sementara proses rebalancing FTSE akan mengeluarkan 29 saham dan menurunkan klasifikasi 10 saham Indonesia, memicu potensi penjualan pasif. Kombinasi faktor-faktor ini berpotensi menurunkan sentimen investor, menjadikan September sebagai fase konsolidasi yang penuh tekanan bagi indeks.

Apa Skenario Harga IHSG yang Diprediksi oleh Analis dan Bagaimana Level Support/Resistance?


Maximilianus Nico Demus menilai terdapat peluang 43 % IHSG akan menyentuh level 6.750 selama September, dengan titik exit di 6.230 jika tren turun berlanjut, sementara dalam skenario bullish indeks dapat menguji level 7.400. Kiwoom Sekuritas, lewat KSI Research Monthly Outlook, memperkirakan IHSG beroperasi dalam kisaran 6.300-6.650 sepanjang bulan, dengan probabilitas penutupan positif antara 40-45 %. Kedua perkiraan tersebut mencerminkan ketidakpastian pasar; level teknikal seperti moving average 20-dan 60-hari yang sudah menunjukkan crossover positif serta indikator Stochastics dan RSI yang mengarah pada pola golden cross menambah dukungan bagi investor yang menargetkan rebound. Dengan demikian, level support kuat berada di sekitar 6.300-6.350, sementara resistance utama berpusat di kisaran 6.650-6.750, tergantung pada arah alur sentimen global.

Bagaimana Faktor Fundamentaldan Teknis Lokal Memengaruhi Potensi Pergerakan IHSG di September?


Data dari IDX Channel menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 % secara tahunan, namun penjualan ritel Juni menyusut 3 % dan impor melonjak 34,27 % dibandingkan ekspor yang hanya naik 8,84 %, menciptakan defisit perdagangan. Meskipun Bank Indonesia menjaga suku bunga pada level yang stabil, tekanan pada neraca perdagangan menambah keengganan aliran likuiditas ke pasar saham. Di sisi lain, harga kelapa sawit Malaysia berada di rentang 4.677-4.847 ringgit per ton dan potensi El Nino "super" di akhir tahun dapat mendukung emiten perkebunan serta sektor komoditas. Secara teknikal, analis Mirae Asset mencatat positive crossover pada MA20-60 dan sinyal bullish pada Stochastics serta RSI, serta menyoroti saham-saham fundamental kuat seperti , , dan sebagai pilihan utama bagi investor jangka menengah hingga panjang.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News
An error occurred.