- IHSG jatuh lebih dari 3% pada Selasa dan sudah turun lebih dari 7% sejak MSCI mencoret belasan emiten dari indeks Indonesia.
- OJK menilai pelemahan pasar merupakan bagian dari proses reformasi pasar modal dan mencerminkan price discovery yang lebih sehat.
- Rupiah terus tertekan hingga menyentuh rekor terendah Rp17.730 per dolar AS menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia.
Ipotnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pergerakan pasar saham Indonesia kini lebih mencerminkan fundamental setelah reformasi pasar dan koreksi tajam dalam sepekan terakhir.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) di Bursa Efek Indonesia turun lebih dari 3% pada perdagangan Selasa (19/5) har ini. Sejak pekan lalu, Indeks telah melemah lebih dari 7% setelah penyedia indeks global MSCI menghapus lebih dari selusin saham dari indeks acuan global mereka.
Kepala OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan penurunan pasar merupakan konsekuensi dari reformasi pasar modal yang tengah dijalankan pemerintah dan regulator.
Menurutnya, pergerakan indeks saat ini menunjukkan proses pembentukan harga yang lebih sesuai dengan fundamental perusahaan, bukan semata-mata dipengaruhi sentimen pasar.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama pejabat Bursa Efek Indonesia, eksekutif sovereign wealth fund Danantara, serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, yang juga dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, OJK menilai reaksi pasar terhadap keputusan MSCI masih dalam batas normal. Tekanan juga bertambah setelah FTSE Russell menyatakan akan mengeluarkan saham-saham Indonesia dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari indeksnya.
Pada Januari lalu, MSCI sempat memperingatkan bahwa pasar saham Indonesia berisiko diturunkan statusnya menjadi pasar "frontier" akibat persoalan transparansi. Peringatan itu memicu aksi jual besar-besaran dan mendorong otoritas mempercepat reformasi yang lebih ramah investor.
Di pasar mata uang, rupiah masih berada di bawah tekanan dan pada Selasa menyentuh rekor terendah baru di level Rp17.730 per dolar AS menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank Indonesia pada Rabu (20/5).(Reuters)
Sumber : admin