Harga Emas Antam Turun Rp25.000 Jadi Rp2.605.000 Per Gram 24 September 2026
Thursday, September 24, 2026       17:47 WIB

AI News - EmitenNews melaporkan pada Kamis 24 September 2026 bahwa harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp25.000 per gram menjadi Rp2.605.000, sementara harga buyback merosot Rp30.000 menjadi Rp2.435.000 per gram. Penurunan ini menandai penurunan terburuk dalam seminggu dan memicu kekhawatiran pasar emas domestik.

Poin Penting

  • Harga emas Antam per gram pada 24 September 2026: Rp2.605.000 (turun Rp25.000).
  • Harga buyback Antam per gram pada 24 September 2026: Rp2.435.000 (turun Rp30.000).
  • Harga emas Antam 5 gram tercatat Rp12.840.000 pada hari yang sama.
  • Harga emas dunia berada di bawah USD 4.300 per ons, menurunkan daya tarik logam mulia.

Mengapa Harga Emas Antam Turun pada 24 September 2026?


Penurunan harga emas Antam dipicu oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang bersama-sama menurunkan harga emas dunia, kata EmitenNews. Data Trading Economics menunjukkan harga emas internasional tetap di bawah USD 4.300 per ons setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya, dipicu oleh data sektor swasta AS yang lebih kuat dan menambah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pasar kini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed sebesar 70 % pada Oktober, naik dari 55 % sehari sebelumnya, menambah tekanan pada logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, Antam yang berpatokan pada harga internasional dan nilai tukar rupiah harus menyesuaikan harga jualnya secara signifikan pada 24 September.

Apa Dampak Penurunan Harga Antam Terhadap Investor dan Pasar Domestik?


Penurunan harga emas Antam mengurangi nilai pasar emas fisik di Indonesia, sehingga profit potensi bagi penjual berkurang dan biaya akuisisi bagi pembeli menjadi lebih rendah, ujar Kontan. Investor yang memegang emas sebagai aset safe-haven kini harus menilai kembali alokasi portofolio mereka karena daya tarik logam mulia melemah ketika imbal hasil obligasi naik. Menurut laporan Kontan, harga jual turun Rp25.000 per gram dan harga buyback turun Rp30.000 per gram, yang menurunkan selisih margin bagi pedagang logam dan memperkecil insentif untuk menjual kembali ke Antam. Kondisi ini dapat menunda transaksi pembekuan aset atau mendorong realisasi keuntungan cepat, serta menurunkan volume perdagangan di toko logam mulia dalam jangka pendek.

Bagaimana Hubungan Harga Antam dengan Pergerakan Dolar AS dan Suku Bunga Fed?


Harga emas Antam bergerak selaras dengan pergerakan nilai tukar dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve, jelas EmitenNews. Penguatan dolar meningkatkan harga emas dalam rupiah karena konversi mata uang, sementara kenaikan imbal hasil obligasi AS menurunkan daya tarik emas sebagai aset non-yield, sehingga menurunkan harga referensi internasional. EmitenNews mencatat bahwa pasar memperkirakan 70 % kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada Oktober, menambah tekanan pada harga emas dunia yang sudah berada di bawah USD 4.300 per ons. Hubungan tersebut berarti setiap perubahan kebijakan atau sentiment di pasar uang Amerika dapat secara langsung memengaruhi harga emas Antam, menjadikannya sensitif terhadap dinamika eksternal meski diperdagangkan secara domestik.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News