AI News - Pada perdagangan Kamis 6 Agustus 2026, harga emas spot naik 1 % menjadi US$ 4.285,69 per ons, menandai level tertinggi dalam tujuh pekan, didorong pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Poin Penting
- Harga emas spot pada 6 Agustus 2026: US$ 4.285,69 per ons, naik 1 %.
- Harga emas berjangka naik 0,9 % menjadi US$ 4.345,50 per ons.
- Probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September turun menjadi 55 %, dari 67 % dua hari sebelumnya.
- Indeks dolar AS mengalami pelemahan, sementara imbal hasil obligasi tenor 10 tahun AS menurun.
- Logam mulia lain juga menguat: perak US$ 62,34, platinum US$ 1.750,15, dan paladium US$ 1.377 per ons.
Mengapa Harga Emas Mencapai Level Tertinggi 7 Pekan pada 6 Agustus 2026?
Emas naik karena kombinasi pelemahan dolar Amerika Serikat dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang membuat logam mulia lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Menurut Kompas, dolar berada di bawah tekanan dan yield 10-tahun menurun, sedangkan BeritaSatu menambahkan bahwa harga spot mencapai US$ 4.285,69 per ons, tertinggi sejak 18 Juni 2026. Faktor geopolitik turut memperkuat sentimen, karena harapan pembukaan kembali Selat Hormuz meningkatkan ekspektasi stabilitas pasokan energi global. Kenaikan tersebut juga tercermin pada kontrak berjangka yang menguat 0,9 % menjadi US$ 4.345,50 per ons, menunjukkan dukungan permintaan spekulatif. Bagi investor, pergerakan ini menandakan pergeseran preferensi ke aset non-yield dalam lingkungan suku bunga yang diproyeksikan menurun.
Apa Dampak Penurunan Probabilitas Kenaikan Suku Bunga Fed terhadap Harga Emas?
Penurunan probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve meningkatkan daya tarik emas karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan pendapatan tetap. Kontan melaporkan bahwa peluang Fed menaikkan suku bunga pada September kini diperkirakan sekitar 55 %, turun dari 67 % dua hari sebelumnya, sejalan dengan pandangan Lisa Cook yang tetap membuka kemungkinan penyesuaian moneter jika inflasi tetap tinggi. Dengan Fed kemungkinan menahan atau menurunkan suku bunga, investor beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, memperkuat permintaan. Hal ini menjelaskan kenaikan harga spot dan berjangka yang terjadi bersamaan pada hari itu. Secara praktis, penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik alternatif seperti obligasi, sehingga memperluas aliran modal ke logam mulia.
Bagaimana Optimisme Pembukaan Kembali Selat Hormuz Mempengaruhi Sentimen Pasar Emas?
Harapan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali menurunkan ketidakpastian geopolitik, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan investor terhadap emas. Sumber Reuters, sebagaimana dikutip dalam Kontan, menyatakan bahwa Iran dan Oman mengusulkan kesepakatan yang memberi Iran kontrol atas kapal di Selat Hormuz, dianggap sebagai konsesi terbesar bagi Tehran dan memicu optimisme pasar. Optimisme ini berkontribusi pada pelemahan dolar AS, karena persepsi risiko geopolitik berkurang, dan pada penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mencerminkan ekspektasi inflasi yang lebih terkendali. Kombinasi tersebut memperkuat aliran masuk ke emas, terlihat dari kenaikan 1 % pada spot dan 0,9 % pada futures. Dengan kondisi geopolitik yang lebih stabil, emas dipandang sebagai aset perlindungan yang tetap relevan, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global.
Sumber : AI News