Ekspektasi Suku Bunga The Fed Bergeser, Dolar AS Kembali di Bawah Tekanan
Saturday, August 08, 2026       06:32 WIB
  • AS kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli, jauh di bawah ekspektasi penambahan 80.000 lapangan kerja.
  • Data tenaga kerja yang lemah mendorong pasar menunda ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dari September ke Oktober atau Desember.
  • Indeks Dolar AS turun 0,44% ke 99,50 dan berada di jalur penurunan mingguan 0,31%, menjadi pelemahan selama dua pekan berturut-turut.

Ipotnews - Dolar AS melemah terhadap mata uang utama termasuk yen dan euro pada Jumat (7/8) akhir pekan ini setelah lapangan kerja di Amerika Serikat secara tak terduga menurun pada Juli. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mengenai kekuatan ekonomi dan melemahkan alasan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.
Ekonomi Amerika Serikat kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli, demikian disampaikan Departemen Tenaga Kerja, dibandingkan ekspektasi ekonom yang memperkirakan penambahan 80.000 lapangan kerja, berdasarkan jajak pendapat Reuters. Tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,1% seiring tingkat partisipasi angkatan kerja turun ke level terendah dalam hampir lima setengah tahun, yaitu 61,4%.
Dolar AS melemah terhadap yen setelah laporan tersebut dirilis, menghapus penguatan yang dicatat dalam beberapa hari terakhir setelah intervensi bersejarah pekan lalu antara otoritas Jepang dan Amerika Serikat, yang sebelumnya mendorong dolar ke level terendah dalam 13 pekan.
Dolar AS terakhir melemah 0,57% menjadi 157,56 yen, tetapi masih berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 0,10%. Euro terakhir menguat 0,39% terhadap dolar AS menjadi US$1,1568. Euro berada di jalur kenaikan mingguan sebesar 0,41% terhadap dolar AS.
Penurunan dolar AS mencerminkan berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Pasar kini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September sebesar 56%, naik dari 45% sehari sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool.
"Saya pikir tidak ada yang benar-benar memperkirakan non-farm payrolls akan negatif atau revisi besar terhadap angka Juni," kata Thierry Wizman, global FX dan rates strategist di Macquarie Group.
"Saya cenderung berpikir bahwa pasar telah menggeser ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed ke Oktober atau Desember, bukan September," kata Wizman, seraya menambahkan bahwa "setiap kali Anda melihat data yang menunjukkan ekonomi AS melemah atau pasar tenaga kerja tidak sekuat yang diperkirakan, mereka pada dasarnya menunda prospek kenaikan suku bunga The Fed."
Imbal hasil Treasury AS turun tajam setelah laporan tersebut. Imbal hasil surat utang AS bertenor 2 tahun, yang biasanya bergerak mengikuti ekspektasi suku bunga The Fed, turun 4,2 basis poin menjadi 4,245%. Sementara itu, imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 4,649%.
Indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap sejumlah mata uang termasuk yen dan euro, turun 0,44% menjadi 99,50. Indeks tersebut berada di jalur penurunan mingguan sebesar 0,31%, yang menjadi penurunan selama dua pekan berturut-turut.
(reuters)

Sumber : admin