Bursa Siang: Pasar Asia Bangkit, IHSG Ikut Tersenyum Meski Rupiah Tertekan
Wednesday, February 18, 2026       12:55 WIB
  • IHSG menguat 0,89% ke level 8.285 pada sesi I dengan sektor konsumer primer memimpin kenaikan (+2,55%).
  • Bursa Asia mayoritas menguat meski kekhawatiran terkait ketidakpastian dampak AI masih membayangi pasar global.
  • Harga minyak stabil di dekat level terendah dua minggu terakhir di tengah kemajuan pembicaraan AS-Iran.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) parkir di area positif pada perdagangan sesi I hari Rabu (18/2). IHSG bertambah 72 poin atau +0,89% ke level 8.285.
Volume perdagangan yang terjadi mencapai 314,5 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp13,33 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Sektor saham konsumer primer naik terkuat 2,55%. Saham-saham sektor ini yang menghijau di antaranya +4,34%, +2,44%, +1,58%, +0,46%, +0,46%.
Sedangkan sektor Kesehatan satu-satunya yang melemah, turun 0,24%. Saham sektor tersebut yang lesu di antaranya -3,13%, -0,94%, -0,38%, -0,36%.
Bursa Asia
Saham-saham Asia menguat pada hari Rabu (18/2) meskipun kekhawatiran tentang kecerdasan buatan kembali mencengkeram pasar internasional.
Tiongkok Daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan termasuk di antara pasar saham yang tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
"Ketidakpastian AI tetap menjadi sumber volatilitas, baik dalam hal kesulitan menilai perusahaan AI mana yang akan menjadi pemenang dan pecundang, maupun dampak seperti apa yang akan ditimbulkan AI pada perusahaan dan sektor ekonomi lainnya," kata analis NAB.
Awal yang positif di Asia terjadi setelah sesi yang kurang menggembirakan pada hari Selasa di Wall Street karena investor bergulat dengan prospek booming AI.
Kekhawatiran bahwa perusahaan AI melakukan investasi berlebihan, bersamaan dengan kecemasan tentang sejauh mana teknologi baru ini dapat mengganggu pasar tenaga kerja. Hal ini telah memicu kegelisahan investor dalam beberapa minggu terakhir.
Di AS semalam, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,07% menjadi 49.533. Indeks S&P 500 naik 0,10% menjadi 6.843 dan Indeks Nasdaq komposit naik 0,14% menjadi 22.578. Indeks S&P 500 awalnya turun 0,88% sebelum kemudian pulih dan ditutup di wilayah positif.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) +1,38%
Topix (Jepang) +1,43%
ASX200 (Australia) +0,52%
Asia Currencies
Yen drop 0,18% menjadi 153,59 per USD
SGD turun 0,04% menjadi 1,2636 per USD
AUD drop 0,23% ke posisi 0,7070 per USD
Rupiah melemah 0,26% menjadi 16.881 per USD
Rupee melorot 0,01% ke 90,6837 per USD
Yuan melemah 0,05% ke 6,9048 per USD
Ringgit naik 0,23% ke 3,9000 per USD
Baht naik 0,11% ke 31,262 per USD
Oil
Harga minyak stabil pada perdagangan hari Rabu (18/2) di pasar Asia karena investor menilai kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran. Tetapi tetap berhati-hati tentang prospek kesepakatan akhir yang dapat meredakan kekhawatiran pasokan.
Harga minyak mentah Brent naik 23 sen atau 0,34% menjadi $67,65 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 19 sen atau 0,3% menjadi $62,52. Kedua harga tersebut berada di sekitar level terendah dalam dua minggu terakhir.
Iran dan AS mencapai kesepahaman pada hari Selasa mengenai "prinsip-prinsip panduan" utama dalam pembicaraan yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa nuklir mereka yang telah berlangsung lama. Tetapi itu tidak berarti kesepakatan akan segera tercapai, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi seperti dikutip Reuters.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin

berita terbaru
An error occurred.