Bursa Saham Eropa Mundur dari Rekor, Investor Waspadai Konflik Timur Tengah
Thursday, August 13, 2026       03:32 WIB
  • STOXX 600 turun 0,16% ke 659,48, mengikuti pelemahan DAX, FTSE 100, dan CAC 40.
  • Investor mencermati harga minyak, konflik Timur Tengah, dan prospek suku bunga the Fed.
  • Saham Vestas melonjak 19,7%, Nokia 9,6%, sementara sektor barang mewah anjlok 2,9%.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa tersungkur dari level rekor, Rabu, setelah investor mencermati laporan kinerja perusahaan dan perkembangan konflik di Timur Tengah. Data inflasi Amerika Serikat yang sesuai ekspektasi turut meredakan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga bulan depan.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,16% atau 1,03 poin menjadi 659,48, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (12/8) atau Kamis (13/8) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga berguguran. Indeks DAX Jerman melemah 0,23% atau 60,35 poin jadi 26.331,07, FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,10% atau 11,04 poin ke posisi 10.833,15 dan CAC Prancis kehilangan 0,46% atau 40,00 poin menjadi 8.674,94.
Indeks STOXX 600 sebelumnya menguat dalam beberapa sesi terakhir didorong laporan keuangan perusahaan yang solid. Estimasi LSEG menunjukkan laba perusahaan pada kuartal II-2026 diperkirakan tumbuh 22% secara tahunan.
Namun, hampir separuh pertumbuhan tersebut berasal dari sektor energi. Kondisi ini membuat investor tetap mewaspadai dampak harga minyak yang bertahan tinggi terhadap inflasi di kawasan Eropa yang sangat bergantung pada energi.
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena belum terlihat kemajuan dalam pembicaraan antara AS dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah.
"Semakin lama harga energi bertahan pada level tinggi, pekerja dapat mulai menuntut kenaikan upah untuk mengimbangi inflasi. Hal itu akan menekan margin perusahaan-perusahaan Eropa secara luas," kata Martin Frandsen, Manajer Portofolio Principal Asset Management.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan belum ada kemajuan dalam upaya menghidupkan kembali kesepakatan damai sementara dengan Amerika.
Harga minyak mentah Brent turun tipis 0,1% karena investor menimbang pernyataan tersebut dengan proyeksi permintaan minyak yang lebih rendah dari Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ).
Dari Amerika, data menunjukkan harga konsumen meningkat sesuai ekspektasi sepanjang Juli. Data tersebut mengurangi kemungkinan the Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan.
Di bursa Eropa, sektor kesehatan melorot 1,2%, terutama akibat kejatuhan saham EssilorLuxottica sebesar 4,3%. Sebuah kelompok advokasi di Jerman mengajukan pengaduan pidana terkait kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Meta dan unit EssilorLuxottica, dengan tuduhan pelanggaran aturan privasi.
Sektor barang pribadi dan rumah tangga menjadi salah satu pemberat utama pasar dengan kerugian 1,9%. Sementara itu, indeks sektor kedirgantaraan dan pertahanan memimpin kenaikan setelah melompat 1,1%, seiring investor memburu saham perusahaan yang biasanya diuntungkan dari meningkatnya risiko geopolitik.
Barang mewah menjadi sektor dengan kinerja terburuk, anjlok 2,9%.
Di antara saham individual, Nokia melambung 9,6% setelah produsen komponen optik asal AS, Lumentum, memberikan proyeksi yang lebih baik dari perkiraan.
Investor juga mencermati sejumlah laporan kinerja perusahaan. Saham Bilfinger merosot 5,4% setelah perusahaan jasa industri asal Jerman tersebut memangkas proyeksi margin setahun penuh.
Sebaliknya, produsen turbin angin Denmark, Vestas, melesat 19,7% setelah menaikkan proyeksi margin laba untuk tahun penuh.
Saham TKMS melonjak 8,5% setelah produsen kapal perang tersebut kembali menaikkan prospeknya, untuk kedua kalinya dalam enam bulan.
Kingspan naik 7,6% setelah perusahaan bahan bangunan asal Irlandia itu mengumumkan pada Selasa rencana mengakuisisi produsen sistem manajemen daya BMC Manufacturing dengan pembayaran awal sekitar USD980,90 juta, berdasarkan transaksi tanpa utang dan kas. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin