Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Naik, IHSG Berpeluang Bermain di Tanjakan
Wednesday, August 13, 2025       08:26 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (13/8), dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Pasar merespons posotof jeda tarif AS-China selama 90 hari. Rilis data inflasi AS periode Juli yang naik moderat, sesuai ekspektasi, meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada September nanti.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Asutralia sebesar 0,29%. Indeks berbalik turun 0,33% (-29,3 poin) menjadi 8.851,5 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 1,07% dan Kosdaq meningkat 0,88%. Kospi berlanjut naik 0,36% menjadi 3.201,37.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menanjak 1,16% (496,08 poin) ke 43.214,25, setelah dibuka melaju 1% dan Topix mengingkat 0,72%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan kembali menguat, dibayangi aksi ambil untung, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan melompat 2,44% ke level 7.791. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange meloncat 3,50% ke level 18,64.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG akan melanjutkan tren kenaikan, didukung derasnya aksi beli asing, namun berisiko menimbulkan sentimen negatif jika asing berbalik arah. Secara teknikal indeks masih akan melaju menembus 7.800, dengan level support di kisaran 7600 dan resistance di 7.900.
Analis Indo Premier berpendapat, reli saham perbankan dan sektor lain yang sensisitif suku bunga diprediksi akan berlanjut dengan target 8.000 sebagai level terdekat. Potensi pemangkasan suku bunga dan  carry trade  oleh  global fund  menyambut lemahnya dolar akan menopang indeks menuju target tersebut.
IHSG berpotensi bergerak bervariasi cenderung menguat, dalam rentang support 7.680 dan resistance 7.920.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berkahir menguat. Rilis CPI AS naik 0,2% mom, sesuai ekspektasi, inflasi tahunan sedikit di bawah perkiraan, mendorong peluang 88,8% pemangkasan suku bunga The Fed 25 bps, pada September.Pasar juga mendapat sentimen positif dari perpanjangan gencatan tarif AS-China hingga 10 November, meredakan kekhawatiran bea masuk tinggi.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi. Saham teknologi memimpin kenaikan. Alphabet melaju 1,2% setelah penawaran akuisisi Chrome oleh Perplexity, dan Intel melesat 5,6% usai bertemu Presiden Trump. Indeks maskapai melejit 8,87%, indeks perbankan S&P 500 Banks meloncat 2,1%. Saham Cardinal Health ambles 7% setelah mengumumkan akuisisi Solaris senilai USD1,9 miliar.
  • Dow Jones Industrial Average melaju 1,1% (483,52 poin) ke 44.458,61.
  • S&P 500 juga melaju 1,13% ( 72,31 poin) ke 6.445,76.
  • Nasdaq Composite melonjak 1,30% (296,50 poin) ke level 21.681,90.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat. Optimisme gencatan tarif AS-China dan prospek pemangkasan suku bunga The Fed meningkat. Investor memantau pertemuan Trump-Putin terkait perang Ukraina. Pemimpin Eropa dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berencana untuk berbicara dengan Trump, Rabu. Moral investor Jerman di Agustus melemah melebihi ekspektasi. Rilis keuangan perusahaan Eropa rata-rata mencatatkan pertumbuhan laba kuartal II sebesar 4,8%, di atas proyeksi awal 3,1%.
Indeks STOXX 600 naik 0,21% menjadi 547,89, dipimpin laju sektor energi (1,5%). Saham Vestas Wind Systems meloncat 4,7%. Sektor teknologi anjlok 2,1% dipicu kekhawatiran dampak AI. Saham SAP dan Nemetschek terjungkal 7% dan 11%. Saham Spirax Group melonjak 13% dan Sartorius 7,4%, berlawanan dengan Derwent London yang turun 6%.
  • DAX Jerman turun 0,23% (-56,56 poin) menjadi 24.024,78.
  • FTSE 100 Inggris naik 0,20% (18,10 poin) menjadi 9.147,81.
  • CAC Prancis meningkat 0,71% (54,90 poin) ke 7.753,42.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup melemah. Data inflasi konsumen AS, Juli lalu, naik moderat 0,2% mom dan 2,7% yoy, sesuai ekspektasi, membuka peluang pemangkasan suku bunga The Fed September nanti. Pasar menilai inflasi yang terkendali memberi ruang pelonggaran kebijakan moneter The Fed, meski ketidakpastian dampak tarif AS tetap membayangi pertumbuhan global.
Spekulasi pergantian pimpinan The Fed mencuat setelah mantan Presiden Fed St Louis James Bullard menyatakan siap menjadi Chairman jika ditawari jabatan tersebut.
Euro dan yen menguat. Poundsterling naik usai rilis data pasar tenaga kerja Inggris yang melemah namun pertumbuhan upah tetap kuat. Pasar valas sebagian besar mengabaikan perpanjangan jeda tarif impor China selama 90 hari. Indeks Dolar AS (Indeks DXY) turun 0,43% menjadi 98,09.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1677

0.0002

+0.02%

7:09 PM

Yen (USD-JPY)

147.76

-0.0800

-0.05%

7:09 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3501

0.0001

+0.01%

7:09 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,289.50

10.000

+0.06%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

7.1814

-0.0074

-0.10%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 12/8/2025 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melemah. Pasar menunggu laporan persediaan minyak AS dan mengantisipasi penurunan permintaan di akhir musim berkendara awal September. Faktor musiman dan indikasi pelemahan permintaan solar menekan harga minyak WTI. Sentimen pasar juga dipengaruhi perpanjangan jeda tarif AS-China hingga 10 November serta rencana pertemuan Trump-Putin yang berpotensi mempengaruhi sanksi minyak Rusia.
Badan Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan produksi global meningkat tahun ini. Output minyak mentah AS diperkirakan mencetak rekor 13,41 juta bph pada 2025 sebelum turun ke 13,28 juta bph pada 2026. Harga Brent rata-rata hanya USD51 per barel pada 2026, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya USD58. Laporan bulanan OPEC menyebutkan permintaan minyak global akan melonjak 1,38 juta bph pada 2026, naik 100.000 bph dari perkiraan sebelumnya.
  • Harga Brent berjangka melorot 51 sen (-0,77%) ke USD66,12 per barel.
  • Harga WTI berjangka anjlok 79 sen (-1,24%) ke USD63,17 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup sedikit turun. Aksi ambil untung melanda pasar setelah Trump menyatakan tidak akan mengenakan tarif pada impor emas batangan. Dolar melemah setelah rilis data inflasi Juli, AS yang mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September. CPI AS naik 0,2% mom dan 2,7% yoy, sesuai perkiraan, memicu spekulasi pemotongan suku bunga lanjutan pada Desember.
Trader menunggu rilis PPI, klaim pengangguran, dan penjualan ritel pekan ini. Gencatan tarif AS-China selama 90 hari menahan harga emas dalam kisaran support-resistance, sementara prospek suku bunga lebih rendah meningkatkan daya tarik logam mulia. HArga logam berharga lainnya; perak spot dan platinum masing-masing melaju 0,9% ke USD37,92 dan USD1.338,73 per ounce, paladium turun 0,5% menjadi USD1.129,57.
  • Harga emas spot naik tipis 0,1% ke USD3.347,34 per ounce.
  • Harga emas AS kontrak Desember melemah 0,2% ke USD3.399 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini