- Bursa saham Asia dibuka cenderung menguat setelah Trump menunda rencana serangan ke Iran sehingga harga minyak sedikit mereda.
- Data PDB Jepang kuartal I tumbuh 2,1 persen, melampaui ekspektasi pasar, meski belum mencerminkan dampak penuh perang Iran.
- IHSG diperkirakan masih fluktuatif namun berpeluang rebound teknikal setelah bertahan di atas support 6.500.
Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (19/5) dibuka mixed, bergerak cenderung menguat namun berlanjut berbalik arah. Harga minyak yang masih tinggi mulai sedikit turun setelah muncul kabar bahwa Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran.
Laman CNBC melaporkan, harga kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun 1,27persen menjadi USD107,28 per barel pada pukul 20.01 ET. Sementara itu, harga kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli melemah 2,67 persen ke posisi USD109,11 per barel.
Investor juga mencermati data produk domestik bruto (PDB) Jepang kuartal pertama yang menunjukkan ekonomi tumbuh 2,1 persen yoy dalam tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding estimasi rata-rata analis yang disurvei Reuters sebesar 1,7 persen dan lebih kuat dibanding pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 1,3 persen.
Namun, data tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan dampak perang Iran yang dimulai pada akhir Februari.
Pertemuan puncak antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang dijadwalkan berlangsung hari ini juga menjadi perhatian pasar.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan laju indeks ASX 200, Australia sebesar 1,08%. Indeks berlanjut meningkat 0,91% ke posisi 8.583 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka naik 0,68%, sedangkan Topix melaju 1,16%. Namun Nikkei berlanjut melemah 0,10% menjadi 60.754,45.
Pada jam yang sama indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2,53% ke level 7.325,66, setelah dibuka merosot 1,06%, dan Kosdaq cenderung datar.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.558, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di posisi 25.675,18.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berisiko melemah, namun berpeluang berbalik arah, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan anjlok 1,85% ke level 6.599. Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange merosot 1,24%ke level USD13,95.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang mixed dengan potensi teknikal rebound s etelah mengalami tekanan sejak pekan lalu.
Secara teknikal indeks menunjukkan sinyal positif setelah berhasil dipertahankan di atas area support penting 6.500 dan membentuk pola candlestick long legged hammer, membuka peluang terjadinya rebound teknikal dalam rentang support 6.450 dan resistance hingga 6.650.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup variatif di tengah aksi ambil untung saham teknologi. Kenaikan yield US Treasury dan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi serta suku bunga tinggi lebih lama. Harga minyak sempat melonjak lebih dari 3 persen karena risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz. Investor menanti laporan keuangan NVIDIA dan Walmart pekan ini sebagai petunjuk kondisi ekonomi AS.
Saham Walmart melaju 1,4%, sebaliknya Nvidia merosot 1,3%. Saham teknologi dan chip tertekan, dengan indeks semikonduktor Philadelphia anjlok 3,3 persen. Sektor energi menguat. Aksi korporasi mendorong lompatan saham Dominion Energy 9,4%, di lain pihak NextEra ambles 4,6%. Regeneron terungkal 9,8%.
- Dow Jones Industrial Average naik 0,32% menjadi 49.686,12.
- S&P 500 sedikit berkurang 0,07 % di posisi 7.403,05.
- Nasdaq Composite turun 0,51% menjadi 26.090,73.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat setelah sempat bergejolak akibat ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak. Investor khawatir penutupan Selat Hormuz dapat memicu inflasi energi dan memperlambat ekonomi global. Yield obligasi Jerman tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi 15 tahun karena ekspektasi suku bunga ECB naik lebih lanjut.
Indeks STOXX 600 naik 0,54% menjadi 610,17, Saham media memimpin penguatan (+2,5%), didorong lonjakan saham Publicis Groupe (+6%) usai akuisisi LiveRamp. SahamDeutsche Boerse Jerman meloncat 4,6%. Di sektor perbankan, Commerzbank anjlok 1,5%. Saham Ryanair melesat hampir 5% berkat rekor laba. Saham Sonova melesat 7,9% setelah memproyeksikan kenaikan penjualan dan laba tahunan.
- DAX Jerman melonjak 1,49% ke posisi 24.307,92.
- FTSE 100 Inggris melaju 1,26% ke 10.323,75.
- CAC Prancis naik 0,44% menjadi 7.987,49.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, di tengah ketidakpastian perang Iran dan prospek suku bunga global. Harga minyak melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari konflik di Timur Tengah. Pasar menilai inflasi energi yang tinggi dapat mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Indeks dolar AS (DXY) turun 0,14% menjadi 99,13. Euro dan poundsterling menguat terhadap dolar, sementara yen Jepang melemah. Pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed tahun ini. Investor juga mencermati sikap Ketua The Fed, Kevin Warsh, terhadap tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1655 | 0.00 | 0.01% | 7:57 PM |
Yen (USD-JPY) | 158.87 | 0.05 | 0.03% | 7:57 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3432 | 0.00 | 0.01% | 7:57 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,668 | 71.00 | 0.40% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.8001 | 0.01 | 0.18% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 18/5/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir melonjak sekitar 3%. Volatilitas harga yang tinggi juga dipicu volume perdagangan tipis menjelang berakhirnya kontrak WTI Juni, serta ketidakpastian negosiasi damai AS-Iran. Negosiasi dinilai masih rapuh meski Trump menyatakan menunda rencana serangan terhadap Iran, dan AS dikabarkan bersedia melonggarkan sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran selama proses negosiasi berlangsung.
International Energy Agency memperingatkan cadangan minyak global terus menurun dan tidak bisa menopang pasar terlalu lama. Lonjakan harga energi mulai menekan ekonomi global, serta meningkatkan risiko inflasi dan kenaikan suku bunga dunia. Dampak konflik juga mulai terasa di China; produksi industri melambat dan penjualan ritel jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun
- Harga Brent berjangka melonjak 2,6% ke level USD112,10 per barel.
- Harga WTI berjangka melompayt 3,1% ke level USD108,66 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup menguat tipis didukung pelemahan dolar AS, namun dibatasi kenaikan yield obligasi. Lonjakan harga minyak dan konflik Iran memicu kekhawatiran inflasi global serta potensi suku bunga tinggi lebih lama. Yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Februari 2025, menekan daya tarik emas.
Tekanan terhadap pasar emas juga datang dari langkah sejumlah bank investasi yang memangkas proyeksi harga emas jangka pendek. JPMorgan Chase memangkas proyeksi harga emas 2026 karena permintaan investor mulai melemah. Harga logam mulia lainnya; perak spot melaju 1,4% ke USD77,04 per ounce, platinum melemah 0,1% di USD1.972,10, paladium turun 0,2% menjadi USD1.409,75
- Harga emas di pasar spot menguat 0,2% di USD4.548,14 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melemah 0,1% di USD4.558 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)