- Bursa Asia dibuka menguat, didorong harapan AS segera keluar dari konflik Iran.
- Investor masih menanti kejelasan lebih lanjut karena masih banyak ketidakpastian upaya penyelesaian konflik.
- IHSG berpotensi lanjut naik ke 7.200-7.300, namun pelaku pasar cenderung waspada jelang libur.
Ipotnews - Bursa saham Asia membuka sesi perdagangan pagi ini, Kamis (2/4) dengan bergerak menguat, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street.
Investor menantikan pidato Presiden AS Donald Trump, di tengah harapan bahwa AS akan keluar dari perang Iran.
Dalam pidatonya Rabu petang di AS, Trump mengatakan "Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat," ujarnya, tentang serangan AS ke Iran, seperti dikutip CNBC .
Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump bersedia mengakhiri aksi militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz masih ditutup.
Namun kemudian Trump mengklaim bahwa "Presiden Rezim Baru" Iran telah meminta gencatan senjata. Trump menambahkan bahwa AS akan "mempertimbangkan" tawaran tersebut hanya jika Selat Hormuz sudah "terbuka, bebas, dan aman," tulisnya di Truth Social.
Teheran membantah pernyataan Trump.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,45%. Indeks berlanjut naik 0,42% menjadi 8.708,30 pada pukul 8:20 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menanjak 1,33%, dan indeks Kosdaq melaju 1,14%. Kospi berlanjut naik 0,59% menjadi 5.510,80.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,25% menjadi 53.871,37, setelah dibuka meningkat 0,78%, dan Topix melaju 1,01%.
Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di 25.301, sedikit lebih tinggi dari penutupan terakhir di 25.294,03.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan berpeluang melanjutkan rebound mengikuti tren global, setelah melonjak 1,93% ke level 7.184,4 pada penutupan perdagangan kemarin. Namun harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melemah 0,25% menjadi USD15,78.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguji melanjutkan kenaikan menuju 7.300.
Secara teknikal, indeks berpeluang menguji level 7.200-7.300 dalam rentang support 7.100 dan resistance 7.300.
Analis Indo Premier berpendapat, penguatan IHSG kemarin, underperform jika dibandingkan lonjakan indeks MSCI Asia. Pelaku pasar domestik terlihat masih dalam mode waspada. Menyambut libur Jumat Agung di AS dan Indonesia besok, pelaku pasar diperkirakan masih akan cenderung mengambil stance aman dan cenderung melakukan aksi ambil untung.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat didorong harapan meredanya konflik Timur Tengah. Trump mengatakan bahwa AS akan "keluar dari Iran cukup cepat" dan dapat kembali melakukan "serangan terbatas" jika diperlukan. Indeks volatilitas VIX turun 2,81%. Data ekonomi AS menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja dan konsumen yang solid. Saham teknologi memimpin kenaikan, saham energi merosot tajam.
Saham Alphabet melompat 3,4%; Meta Platforms dan Amazon melaju lebih dari 1%. Intel melejit 8,8%. Indeks chip PHLX melonjak 2,82%. Indeks energi S&P 500 terperosok 3,9%. Sentimen IPO SpaceX mendorong lonjakan saham Intuitive Machines (+9%), Planet Labs (+10%), dan Rocket Lab (+2%). Destiny Tech100 melesat 9,1%. Saham maskapai penerbangan melaju. S&P Composite Passenger Airlines naik 2,3%. Nike rontok 15,5%
- S&P 500 meningkat 0,72% ke posisi 6.575,32.
- Nasdaq Composite melaju 1,16% ke 21.840,95.
- Dow Jones Industrial Average naik 0,48% di 46.565,74.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat tajam, mencatat reli tiga hari terbesar dalam hampir setahun. Optimisme pasar meningkat setelah Trump menyatakan AS segera keluar dari Iran. Kekhawatiran pasokan global tetap ada seiring konflik dan risiko Selat Hormuz. Sentimen positif juga datang dari kontrak Babcock dan rencana MSCI memasukan saham-saham Yunani dalam indeks pasar negara maju pada Mei 2027.
Indeks STOXX 600 melompat 2,5% ke 597,69 dipimpin sektor pertahanan (+5,9%) dan perbankan (+4,5%). Harga minyak melemah, menekan sektor energi (-2,5%) namun mengangkat saham maskapai. Saham Air France dan Lufthansa masing-masing meroket 8,9% dan 8%. Babcock International Group, Inggris melejit 9,5%.
- DAX Jerman melompat 2,73% ke level 23.298,89.
- FTSE 100 Inggris melaju 1,85% ke 10.364,79.
- CAC Prancis melonjak 2,10% ke posisi 7.981,27.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, di tengah harapan gencatan senjata Timur Tengah. Pernyataan Trump tentang potensi akhir konflik Iran menekan permintaan aset safe-haven . Harga minyak Brent melemah, turut mengurangi tekanan inflasi global. Indeks dolar (DXY) turun 0,31%menjadi 99,65.
Fokus utama data ekonomi AS minggu ini adalah rilis laporan pekerjaan nonfarm untuk Maret, Jumat besok, untuk arah kebijakan selanjutnya. Pasar mulai menilai peluang The Fed menahan atau memangkas suku bunga. Euro, poundsterling, dan dolar Australia menguat. Dolar sempat turun dari level tertinggi terhadap yen, meredakan kekhawatiran intervensi Jepang.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1592 | 0.00 | 0.03% | 7:23 PM |
Yen (USD-JPY) | 158.63 | 0.19 | 0.12% | 7:20 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3308 | 0.00 | 0.02% | 7:21 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 16,983 | 58.00 | 0.34% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.8755 | 0.02 | 0.28% | 2:59 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 1/4/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi berakhir menurun tajam, setelah pernyataan Donald Trump soal akhir konflik Iran. Harapan berakhirnya perang menekan kekhawatiran gangguan pasokan global. Pasar menilai mundurnya AS akan mencegah krisis energi berlarut hingga musim puncak permintaan BBM di AS,Mei nanti.
Namun ketidakpastian Selat Hormuz masih membayangi harga minyak. Kepala Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa gangguan pasokan dari Timur Tengah akan meningkat pada April. Produksi OPEC turun 7,5 juta bph sepanjang Maret akibat gangguan distribusi dan kapasitas penyimpanan. Kenaikan stok minyak AS dan potensi perlambatan ekonomi turut menekan harga.
- Harga Brent berjangka anjlok 2,7% ke USD101,16 per barel.
- Harga WTI berjangka merosot 1,2% ke USD100,12 per barel
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup naik didorong pelemahan dolar AS. Optimisme meredanya konflik Timur Tengah memunculkan kembali ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Analis mengatakan harga emas berpotensi kembali menembus level USD5.000 jika tren de-eskalasi konflik terus berlanjut. Namun berakhirnya konflik berpotensi mengurangi permintaan emas sebagai safe haven .
Laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan perekrutan tenaga kerja sektor swasta AS meningkat stabil pada Maret. Penjualan ritel AS pada Februari juga mencatat kenaikan solid, meski lonjakan harga bahan bakar dapat menekan konsumsi. Harga logam mulia lainnya; perak spot melaju 1,2% ke USD76,03 per ounce, platinum melonjak 1,6% ke USD1.979,30, dan paladium menanjak 1,3% ke USD1.495,95.
- Harga emas di pasar spot melonjak 2,5% ke USD4.784,22 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melompat 2,9% ke USD4.813,10 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)