- Bursa Asia bergerak bervariasi setelah penguatan Wall Street dan Eropa, sementara investor melanjutkan rotasi keluar dari saham teknologi di tengah libur Hari Kemerdekaan AS.
- IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan peluang melanjutkan penguatan, namun masih rawan koreksi dan diperkirakan berkonsolidasi di kisaran 5.700-5.800.
- Sentimen positif datang dari pelemahan dolar AS, tertundanya kenaikan suku bunga The Fed, harga minyak yang rendah, serta mulai pulihnya sektor perbankan domestik.
Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (3/7), bursa saham Asia bergerak bervariasi, melanjutkan tren pergerakanindeks acuan ada sesi penutupan bursa saham Wall Street.
Investor melanjutkan rotasi keluar dari saham-saham teknologi mengikuti pelemahan yang terjadi di Eropa dan Wall Street. Pasar keuangan Amerika Serikat tutup pada Jumat ini karena libur Hari Kemerdekaan.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan 0,42% indeks ASX 200, Australia. Indeks berlanjut meningkat 0,73% ke 8.787,90 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka melaju 0,97%, namun Kosdaq merosot 1,12%. Kospi berlanjut anjlok 3,09% ke level 7.411,57.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melemah 0,13% menjadi 68.645,77, setelah dibuka melorot 0,86%, namun Topix naik 0,34%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 23.061, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 23.055,03.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan bergerak variatif, berpeluang melanjutkan kenaikan tapi rawan koreksi, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan meningkat 0,87% ke 5.744.
Harga ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melonjak 1,55% ke USD11,45.
Beberapa analis memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini berpotensi berbalik arah dan mengalami koreksi terbatas
Secara teknikal, penguatan IHSG masih tertahan MA5 di kisaran level 5.760. Sementara indikator MACD menunjukkan penguatan histogram positif diiringi potensi Death Cross pada Stochastic RSI di oversold area . IHSG berpeluang konsolidasi di rentang level 5.700-5.800
Analis Indo Premier berpendapat, prospek jangka pendek IHSG masih cenderung berfluktuasi dan volume perdagangan masih perlu mengonfirmasi arah pergerakan pasar. Namun, kondisi global bagi Indonesia membaik secara signifikan dengan pelemahan dolar AS, tertundanya potensi kenaikan suku bunga The Fed, serta harga minyak yang tetap rendah. Di dalam negeri, sektor perbankan juga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup variatif menjelang libur panjang akhir pekan. Sentimen pasar didorong data nonfarm payrolls Juni yang hanya bertambah 57.000, jauh di bawah estimasi 110.000, sehingga meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Tingkat pengangguran 4,2%, lebih rendah dari perkiraan 4,3%. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 55%.
Saham Apple melonjak 4,8% menopang penguatan Dow. Sebaliknya, saham semikonduktor ambles 5,4% akibat aksi ambil untung. Tesla juga terjungkal 7,5%. Saham Bending Spoons ambles 11,3%, sehari setelah melambung 40% pada debut perdagangannya di Nasdaq. Secara mingguan, Dow Jones dan S&P 500 melonjak 2% dan 1,8%, Nasdaq melonjak 2,1%
- Dow Jones Industrial Average melaju 1,14% ke 52.900,0.
- S&P 500 stagnan di posisi 7.483,24.
- Nasdaq Composite melorot 0,80% ke posisi 25.832,67.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, didorong kenaikan hampir di seluruh sektor yang meredam tekanan pada saham terkait AI. Sentimen positif didorong data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah, sehingga meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Inflasi zona euro yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat optimisme pasar. Investor masih memperkirakan kenaikan suku bunga ECB 25 bps tahun ini.
Indeks STOXX 600 melaju 1,41% ke 648,35, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sektor kesehatan (+3,3%) memimpin reli. Saham Bayer melesat 8,9%. Indeks barang pribadi dan rumah tangga melonjak 2%. Sektor makanan dan minuman melaju 2,2%. Saham Sodexo melesat 7,4%. Indeks kedirgantaraan dan pertahanan melompat 3,1%. Sebaliknya, sektor teknologi anjlok 2,1%. Soitec dan Aixtron menjadi penekan utama, rontok 4,2% dan 10%.
- DAX Jerman melompat 2,16% ke level 25.580,88.
- FTSE 100 Inggris melonjak 1,67% ke 10.652,87.
- CAC Prancis melaju 1,65% ke posisi 8.474,86.
Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah. Rilis data nonfarm payrolls Juni, AS hanya bertambah 57.000, jauh di bawah estimasi 110.000 pekerjaan. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 54%, sehingga menekan penguatan dolar. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,56% ke 100,83.
Meski data tenaga kerja melemah, arus investasi ke sektor AI dinilai masih menjadi penopang dolar AS. Euro menguat. Yen menguat signifikan di tengah spekulasi pemerintah Jepang siap melakukan intervensi di pasar valas. Pemerintah Jepang disebut mengubah strategi dengan tidak lagi memberi sinyal terbuka terkait waktu intervensi, sehingga menyulitkan spekulan.
Kurs spot dolar
Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
Euro (EUR-USD) | 1.1429 | 0.00 | 0.03% | 7:17 PM |
Yen (USD-JPY) | 161.25 | 0.14 | 0.09% | 7:17 PM |
Poundsterling (GBP-USD) | 1.3345 | 0.00 | 0.01% | 7:17 PM |
Rupiah (USD-IDR) | 17,995 | 43.00 | 0.24% | 3:59 AM |
Yuan (USD-CNY) | 6.7855 | 0.01 | 0.08% | 2:38 PM |
Sumber : Bloomberg.com, 2/7/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup menguat. Kenaikan didorong aksi short covering menjelang libur Hari Kemerdekaan di AS, namun dibatasi optimisme terhadap pasokan minyak global. Kemajuan pembicaraan damai AS-Iran mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Arus ekspor minyak melalui Selat Hormuz mulai normal, namun permintaan dari China dinilai belum pulih sepenuhnya.
EIA melaporkan persediaan minyak mentah AS turun ke level terendah sejak 2018, didukung meningkatnya aktivitas kilang. UBS memangkas proyeksi harga Brent menjadi USD80 per barel untuk kuartal III dan IV, seiring membaiknya pasokan global. HSBC tetap memperkirakan harga Brent berpeluang kembali menuju kisaran USD80 per barel setelah kelebihan pasokan jangka pendek mereda.
- Harga Brent berjangka naik 0,32% ke USD71,80 per barel.
- Harga WTI berjangka menguat 0,16% di USD68,69 per barel.
Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi berakhir melaju. Data ketenagakerjaan AS yang lemah meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.Pelemahan Indeks Dolar AS sebesar 0,5% membuat emas lebih menarik bagi investor global. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 51% setelah data nonfarm payrolls Juni hanya mencapai 57.000 pekerjaan.
World Gold Council melaporkan bank sentral dunia menambah cadangan emas bersih sebanyak 41 ton selama Mei. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah turut meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Harga logam mulia lainnya; perak dan platinum melonjak 2,6% ke USD60,69 dan USD1.617,00 per ounce, paladium melompat 4,7% ke USD1.267,14.
- Harga emas spot melonjak 2,2% ke USD4.116,54 per ounce.
- Harga emas berjangka AS melaju 1,1% ke USD4.125,70 per ounce.
(AFP, CNBC , Reuters)