Bursa Eropa Flat Usai Reli, Investor Cermati Risiko Perang dan Kenaikan Suku Bunga
Friday, May 22, 2026       03:27 WIB
  • Bursa Eropa stagnan akibat tensi AS-Iran.
  • Ekonomi Eropa melemah, ECB diperkirakan naikkan suku bunga.
  • Saham teknologi naik, sektor perjalanan turun.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa ditutup nyaris tanpa perubahan pada perdagangan Kamis setelah reli kuat pada sesi sebelumnya mulai kehilangan momentum. Investor memilih berhati-hati sambil menunggu perkembangan terbaru dalam negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik tipis 0,04% atau 0,27 poin menjadi 620,56, yang sekaligus menjadi posisi tertinggi dalam dua pekan terakhir, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (21/5) atau Jumat (22/5) dini hari WIB.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman melemah 0,53% atau 130,47 poin menjadi 24.606,77 dan CAC Prancis turun 0,39% atau 31,42 poin ke posisi 8.086,00, sedangkan FTSE 100 Inggris bertambah 0,11% atau 11,13 poin ke posisi 10.443,47.
Sentimen pasar tertahan setelah perkembangan terbaru di Timur Tengah menunjukkan sikap Amerika Serikat dan Iran justru semakin mengeras.
Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 2% setelah muncul kekhawatiran bahwa upaya diplomatik antara kedua negara akan menemui jalan buntu. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan penerapan sistem pungutan di Selat Hormuz akan membuat kesepakatan diplomatik sulit tercapai. Di saat yang sama,  Reuters  melaporkan pemimpin tertinggi Iran mengeluarkan arahan agar uranium Iran yang mendekati tingkat senjata tidak dikirim ke luar negeri.
Ketegangan geopolitik tersebut turut memperburuk kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Eropa. Data terbaru menunjukkan aktivitas sektor swasta Prancis mengalami kontraksi tercepat dalam lebih dari lima tahun pada Mei. Sementara itu, survei lain memperlihatkan sektor swasta Jerman juga kembali mengalami kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut.
Kepala Analis XM, Raffi Boyadjian, mengatakan ekonomi zona euro kini menghadapi risiko stagflasi yang lebih besar apabila kebijakan moneter semakin diperketat. Menurutnya, aktivitas bisnis yang terus menyusut selama dua bulan berturut-turut menjadi sinyal pelemahan ekonomi yang perlu diwaspadai.
Di tengah kondisi tersebut, sumber  Reuters  menyebut peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menaikkan suku bunga pada Juni hampir dipastikan terjadi. Meski demikian, ECB diperkirakan masih akan berhati-hati dalam memberikan sinyal mengenai langkah lanjutan setelah itu.
Pasar uang saat ini memperkirakan ECB masih akan melakukan lebih dari dua kali kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun.
Meski saham Eropa sempat pulih dari tekanan terdalam akibat konflik geopolitik, pergerakan indeks masih belum mampu kembali ke level sebelum perang. Ketergantungan kawasan Eropa terhadap impor minyak serta minimnya eksposur terhadap saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor penahan utama.
Di sektor teknologi, produsen chip asal Amerika Serikat Nvidia mengumumkan proyeksi bisnis yang kuat, Rabu, mencerminkan tingginya permintaan terhadap infrastruktur AI global. Dampaknya terasa beragam di Eropa. Saham perusahaan semikonduktor Belanda ASML melompat 1%, sedangkan STMicroelectronics turun tipis.
Antusiasme pasar terhadap rencana debut publik SpaceX milik Elon Musk juga merembet ke pasar Eropa. Operator satelit Prancis Eutelsat meroket 22%, sementara produsen satelit Jerman OHB melesat 7,7% dan perusahaan satelit berbasis Luksemburg SES menguat 3,7%.
Sebaliknya, sektor perjalanan dan rekreasi menjadi penekan utama pasar setelah merosot 1,4%. Maskapai murah Inggris EasyJet melaporkan kerugian semester pertama yang sesuai ekspektasi pasar dan memperingatkan prospek bisnis tahunan masih diliputi ketidakpastian akibat perang Iran. Meski demikian, saham EasyJet masih naik 0,9%.
Di sektor keuangan, perusahaan asuransi terbesar Italia, Generali, melambung 2,7% setelah membukukan laba kuartal pertama yang melampaui ekspektasi sekaligus mempertahankan target bisnis hingga 2027.
Sementara itu, perusahaan pertahanan Inggris QinetiQ melejit 7,9% setelah mengumumkan program pembelian kembali saham senilai USD268 juta. Perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 3% hingga 5% pada 2027.
Di sisi lain, saham platform otomotif Inggris Autotrader anjlok hampir 9% setelah melaporkan pendapatan April yang stagnan akibat menurunnya jumlah pelanggan. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

berita terbaru