Bursa Eropa Dekati Puncak Dua Pekan, Ditopang Saham Pertahanan dan Teknologi
Thursday, May 21, 2026       03:31 WIB
  • Bursa Eropa melesat didorong optimisme sektor AI dan penantian laporan Nvidia.
  • Saham chip seperti ASML melonjak karena permintaan semikonduktor AI tetap tinggi.
  • Sektor pertahanan ikut menguat, meski pasar masih waspada risiko geopolitik Timur Tengah.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melesat mendekati level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Rabu, didorong lonjakan saham sektor pertahanan dan teknologi. Optimisme investor terutama dipicu penantian terhadap laporan keuangan raksasa chip asal Amerika Serikat, Nvidia, yang dinilai akan menjadi penentu arah industri kecerdasan buatan (AI) global.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melompat 1,46 persen atau 8,95 poin ke posisi 620,29, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (20/5) atau Kamis (21/5) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga menghijau. Indeks DAX Jerman melonjak 1,38 persen atau 336,59 poin menjadi 24.737,24, FTSE 100 Inggis menguat 0,99 persen atau 101,79 poin jadi 10.432,34 dan CAC Prancis melambung 1,7 persen atau 135,66 poin ke 8.117,42.
Pelaku pasar global menaruh perhatian besar pada kinerja Nvidia yang dijadwalkan diumumkan setelah penutupan perdagangan di Wall Street. Laporan tersebut dipandang penting untuk mengukur seberapa kuat permintaan terhadap infrastruktur AI di tengah booming teknologi kecerdasan buatan.
Sentimen positif semakin menguat setelah  Reuters  melaporkan perusahaan pembuat mesin chip asal Belanda, ASML , memperkirakan pasar semikonduktor global akan tetap berada dalam kondisi "tegang" akibat ketatnya pasokan. Permintaan dari sektor AI, satelit, dan robotika disebut melampaui kapasitas produksi industri saat ini. Saham ASML melonjak 6,7 persen menyusul laporan tersebut.
Secara keseluruhan, saham sektor teknologi Eropa meningkat 2,9 persen dan menjadi sektor dengan kinerja terbaik di indeks STOXX 600 sepanjang kuartal ini. Saham perusahaan semikonduktor seperti ASM International dan STMicroelectronics masing-masing melejit 3,9 persen dan 6 persen.
Equity Fund Manager J O Hambro Capital Management, Paul Wild, mengatakan saham ASML sebelumnya tertinggal dibanding reli sektor semikonduktor secara keseluruhan sehingga masih memiliki ruang penguatan yang besar.
Menurutnya, momentum laba ASML berpotensi tetap kuat di tengah tingginya permintaan industri AI. Namun Wild juga mengingatkan, valuasi sejumlah perusahaan chip Eropa kini sudah meningkat tajam sehingga investor perlu lebih berhati-hati.
Wild menilai saham perusahaan penyedia peralatan AI seperti Legrand dan Schneider Electric menawarkan eksposur yang lebih menarik terhadap reli global sektor AI. Kedua saham tersebut masing-masing menguat lebih dari 3 persen pada perdagangan Rabu.
Meski demikian, terbatasnya eksposur Eropa terhadap perusahaan teknologi AI berskala besar membuat penguatan sektor teknologi belum mampu mendorong STOXX 600 mencetak rekor tertinggi baru seperti yang terjadi di pasar Amerika Serikat dan Asia.
Di sisi lain, investor juga terus memantau perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik tersebut dapat berakhir "dengan sangat cepat", meski pasar masih bersikap hati-hati terhadap potensi eskalasi geopolitik.
Saham sektor pertahanan melesat 3,2 persen dan menjadi pemimpin penguatan sektoral. Perusahaan asal Republik Ceko, CSG, melonjak 8,7 persen setelah merilis hasil kinerja kuartal pertama yang positif. Sementara itu, saham perusahaan pertahanan Inggris, Babcock, melambung 5,3 persen setelah broker Peel Hunt menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi "buy" dari sebelumnya "add".
Di sektor ritel, saham Marks & Spencer menguat 6,6 persen setelah perusahaan memproyeksikan pertumbuhan laba tahun depan meski laba tahunan saat ini tertekan akibat gangguan serangan siber.
Berbeda dengan tren positif pasar, perusahaan investasi industri asal Norwegia, Orkla, justru anjlok hampir 6 persen setelah memperingatkan penurunan laba akibat meningkatnya biaya operasional yang dipicu konflik Timur Tengah.
Sementara itu, Uni Eropa juga mencapai kesepakatan sementara untuk menghapus bea impor terhadap sejumlah produk asal Amerika Serikat sebagai bagian dari implementasi perjanjian dagang dengan Washington yang telah disepakati sejak Juli tahun lalu. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

berita terbaru