Bursa Eropa Cetak Rekor Tiga Hari Beruntun, Harapan Damai AS-Iran dan Laba Emiten Angkat Sentimen
Friday, August 07, 2026       03:28 WIB
  • STOXX 600 kembali mencetak rekor berkat optimisme damai AS-Iran dan laba emiten.
  • Deutsche Telekom dan WPP memimpin penguatan pasar.
  • Rheinmetall dan Siemens menjadi saham yang paling tertekan.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa kembali menorehkan rekor tertinggi untuk hari ketiga beruntun, Kamis, didorong optimisme investor terhadap prospek tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta kemajuan pembahasan pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz. Di saat yang sama, musim laporan keuangan perusahaan yang mayoritas melampaui ekspektasi turut memperkuat sentimen positif di pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,16% atau 1,05 poin menjadi 658,19, setelah menyentuh rekor intraday di 660,91, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (6/8) atau Jumat (7/8) dini hari WIB.
Indeks utama di Spanyol, Prancis, dan Italia juga berakhir di level tertinggi sepanjang sejarah.
Bursa regional utama juga mayoritas menghijau. Indeks DAX naik tipis 0,05% atau 13,83 poin jadi 26.140,13 dan CAC Prancis meningkat 0,35% atau 30,41 poin ke posisi 8.699,71, level tertinggi sepanjang sejarah. Sementara, FTSE 100 Inggris melemah 0,19% atau 20,41 poin menjadi 10.867,89.
Pelaku pasar menilai kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid mampu mengimbangi ketidakpastian geopolitik. Harapan bahwa ketegangan di Timur Tengah akan mereda melalui potensi kesepakatan damai dinilai dapat semakin meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.
"Kita bahkan belum memiliki kesepakatan damai dengan Iran, tetapi pasar tidak menunggu itu terjadi. Investor sudah lebih dulu mendorong pasar saham ke rekor tertinggi baru," ujar Kepala Strategi Pasar Saham Morningstar, Michael Field.
Seorang sumber senior Iran dan dua pejabat kawasan mengatakan kepada  Reuters  bahwa rancangan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama lima bulan akan memberikan Teheran kewenangan mengendalikan kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Jika terealisasi, hal tersebut menjadi salah satu konsesi terbesar yang pernah diberikan kepada Iran dalam proses negosiasi.
Sementara itu, musim laporan keuangan menjadi pendorong utama penguatan pasar. Data LSEG menunjukkan analis terus merevisi naik proyeksi laba perusahaan selama periode pelaporan berlangsung. Laba emiten STOXX 600 pada kuartal II kini diperkirakan tumbuh hampir 21%, jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi sekitar 12,5% pada awal Mei.
Menurut Field, selain laba perusahaan yang kuat, ketahanan ekonomi kawasan euro juga meningkatkan kepercayaan investor. Dia menilai data pertumbuhan terbaru memperlihatkan ekonomi zona euro tetap tangguh meski menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi yang dipicu perang Iran.
Di antara saham-saham unggulan, Deutsche Telekom melonjak 6,3% setelah operator telekomunikasi Jerman tersebut menambah nilai program pembelian kembali saham (buyback) 2026 sebesar 3 miliar euro menjadi hingga 5 miliar euro. Kenaikan itu turut mengangkat sektor telekomunikasi Eropa yang ditutup melompat 2,9%.
Sektor media juga mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan 3%. Saham WPP meroket 28,6%, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 1992, setelah perusahaan periklanan tersebut membukukan pertumbuhan organik di atas ekspektasi. Chief Executive Officer Cindy Rose mengatakan rencana perusahaan untuk menstabilkan bisnis berjalan sesuai target.
Saham perusahaan pertahanan Renk melambung 5,8% setelah melaporkan lonjakan pesanan pada kuartal II yang melampaui perkiraan analis.
Sebaliknya, Rheinmetall merosot 3,5% setelah memangkas proyeksi penjualan tahun 2026, sehingga menyeret sektor kedirgantaraan dan pertahanan turun 0,8%.
Sementara itu, Siemens ditutup anjlok 4,5% karena kinerja divisi industri digitalnya tidak memenuhi ekspektasi pasar. Meski demikian, grup industri asal Jerman tersebut tetap melaporkan laba industri kuartalan tertinggi sepanjang sejarah serta menaikkan proyeksi kinerja untuk keseluruhan tahun.
Di sektor farmasi, Hikma Pharmaceuticals melejit 8,2% setelah membukukan kenaikan 9% laba operasi inti pada semester pertama dan mempertahankan prospek kinerja tahunannya. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin