Bursa Eropa Cetak Kinerja Kuartalan Terbaik dalam Lima Tahun, Saham AI Motor Penggerak
Wednesday, July 01, 2026       03:31 WIB
  • STOXX 600 naik 0,88% dan mencatat kinerja kuartalan terbaik sejak 2020.
  • Reli ditopang sentimen AI dan meredanya ketegangan Timur Tengah.
  • Pasar menanti sinyal kebijakan suku bunga ECB.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mengakhiri sesi Selasa dengan penguatan signifikan dan membukukan kinerja kuartalan terbaik dalam lebih dari lima tahun. Reli pasar didorong antusiasme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengurangi kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,88% atau 5,62 poin menjadi 641,73 setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan intraday, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Selasa (30/6) atau Rabu (1/7) dini hari WIB.
Indeks acuan tersebut juga mencatat kenaikan bulanan untuk tiga bulan berturut-turut dan melonjak sekitar 10% sepanjang April-Juni, menjadi performa kuartalan terbaik sejak Oktober 2020.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman meningkat 1,50% atau 368,92 poin jadi 24.995,81 dan FTSE 100 Inggris menguat 0,12% atau 12,90 poin ke posisi 10.497,12, sedangkan CAC Prancis menyusut 0,55% atau 46,74 poin menjadi 8.384,87.
Sebagian besar sektor dalam STOXX 600 berakhir di zona hijau, dengan teknologi menjadi penggerak utama setelah melesat 2,5% dalam sehari. Sepanjang kuartal, sektor ini membukukan kenaikan terbesar sejak Oktober 2001, mencerminkan kuatnya permintaan terhadap infrastruktur AI. Kinerja sektor teknologi Eropa juga berada di jalur mengungguli sektor sejenis di Wall Street, baik untuk periode bulanan maupun kuartalan.
Saham produsen peralatan semikonduktor ASML melambung 6,8%, sementara produsen chip STMicroelectronics dan Infineon masing-masing melompat 1,4% dan 4,4%.
Di sektor industri, saham Siemens Energy menguat 5,6% setelah perusahaan kembali menegaskan tingginya permintaan terhadap peralatan pendukung AI dalam paparan kinerja kuartalannya, Senin.
Manajer Portofolio J O Hambro Capital Management, Rob Lancastle, menilai pasar saham Eropa masih menawarkan valuasi yang menarik dibandingkan kawasan lain.
Menurutnya, investor tidak perlu membayar mahal untuk memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan ekonomi di Eropa. Meski perusahaan-perusahaan Eropa dinilai tidak seatraktif raksasa teknologi Amerika Serikat atau produsen semikonduktor Asia, kondisi tersebut justru menciptakan peluang bagi investor yang mencari saham dengan valuasi murah (value stocks).
Dia menambahkan, di banyak kawasan lain investor harus membayar valuasi yang jauh lebih tinggi sekaligus menghadapi risiko penurunan laba perusahaan yang lebih besar.
Secara global, pasar saham mencatat reli sepanjang kuartal berkat optimisme terhadap perkembangan AI, dengan bursa Amerika Serikat dan Asia memimpin penguatan. Sementara itu, eksposur sektor teknologi yang relatif lebih kecil membuat pasar Eropa sempat tertinggal sebelum akhirnya mengejar ketertinggalan pada akhir kuartal.
Selain sentimen AI, meredanya ketegangan di Timur Tengah turut menjadi pendorong utama penguatan pasar. Penurunan harga minyak kembali ke level sebelum konflik Iran mengurangi tekanan terhadap prospek ekonomi kawasan, sehingga Barclays dan J.P. Morgan meningkatkan rekomendasi mereka terhadap saham-saham Eropa menjadi lebih positif.
Sektor perjalanan dan rekreasi yang sebelumnya tertekan akibat konflik juga bangkit kuat dengan kenaikan lebih dari 19% sepanjang kuartal, menjadi lonjakan terbesar sejak Januari 2023.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke konferensi tahunan Bank Sentral Eropa (ECB) yang tengah berlangsung. Investor menantikan sinyal terbaru dari para pembuat kebijakan mengenai arah suku bunga, setelah pejabat ECB memperingatkan bahwa dampak lonjakan harga minyak masih akan membebani perekonomian dalam beberapa waktu ke depan.
Berdasarkan data LSEG , pasar memperkirakan ECB masih berpeluang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi sebelum akhir tahun.
Dari pergerakan saham individual, emiten farmasi asal Prancis Abivax meroket lebih dari 38% setelah mengumumkan hasil yang positif dari uji klinis obat obefazimod.
Sebaliknya, saham perusahaan layanan pelanggan Teleperformance anjlok 11,5% setelah emiten sejenis asal Amerika Serikat, Concentrix, memangkas proyeksi labanya. Sementara itu, saham perusahaan perangkat lunak Capgemini melorot 2,9% dan SAP melemah 1,9%. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin